banner 728x250

Menteri Agama Apresiasi Suksesnya Pembangunan Vihara Buddha Sasana Aimas

banner 120x600
banner 468x60

20150306_152048

Lensapapua – Menteri Agama RI, melalui Dirjen Bimas Buddha, Drs. Dasikin, M.Pd memberi apresiasi suksesnya pembangunan Vihara Buddha Sasana Aimas Kabupaten Sorong. Hal ini karena adanya suatu tekad yang kuat umat Buddha dan para donatur.

banner 325x300

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari bantuan Bupati Sorong sebagai pimpinan daerah, dan saya selaku Dirjen Bimas Buddha mengucapkan terima kasih atas dukungan pemda setempat. Kami berharap di masa-masa mendatang Bupati Sorong berkenan memberikan kontrisbusi pada umat Buddha dalam berbagai kegiatan dan aktivitas di Papua Barat, ujarnya, ketika meresmikan Vihara Buddha Sasana di Kelurahan Malawili Aimas, Jum’at (6/3).

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, terdiri atas berbagai agama, suku, bahasa, dan identitas etnik yang berbeda. Negara melindungi keberadaan agama dan menjamin kemerdekaan beragama sebagai yang dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar  Negara Republik Indonesia, ujarnya.

Sadikin

“Namun demikian, mengelola kemajemukan bukan persoalan yang mudah, di satu sisi setiap umat beragama sebagai komponen bangsa berkepentingan untuk memelihara azas keyakinan, identitas dan memperjuangkan aspirasi keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”pinta Dasikin.

Di sisi lain, setiap golongan umat beragama juga dituntut untuk memberikan andil dalam rangka memelihara kerukunan dan keutuhan bangsa, dalam hal ini juga menjadi tanggungjawab umat Buddha.

Vihara merupakan salah satu  tempat peribadatan umat Buddha, yang memiliki fungsi untuk meningkatkan kualitas keyakinan (Saddha) terhadap ajaran Buddha.

 Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya selaku Dirjen Bimas Buddha, mengimbau kepada umat Buddha khususnya Malawili, Aimas  dapat dijadikan vihara sebagai tempat untuk kegiatan ritual agama Buddha dalam rangka meningkatkan kualitas keyakinan (Saddha), moralitas (Sila) dan bhakti terhadap ajaran Buddha Dharma dalam bentuk kegiatan yang bisa dilakukan seperti, Puja Bhakti, Dhammadesana dan Meditasi.

Selain itu, vihara sebagai tempat untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan, yakni mengimplementasikan berbagai organisasi lembaga keagamaan Buddha, baik di lingkungan intern dan ekstern umat Buddha. Tempat untuk kegiatan pendidikan keagamaan  Buddha, yakni mengimplementasikan Sekilah Minggu Buddha (SMB), Sekolah Dhammasekkha dan Pabbajja Samanera, serta pendidikan keagamaan Buddha dan sejenisnya.

Vihara juga sebagai tempat untuk melestarikan seni dan budaya Buddhis, yakni mengimplementasikan kegiatan-kegiatan seni tari, seni suara maupun seni drama yang bercirikan Buddhis, dan kegiatan sejenisnya, urai Dirjen Bimas Buddha.

Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Papua Barat, Bupati Sorong Dr. Stepanus Malak, M.Si bersama jajarannya, Kapolres Sorong AKBP Gatot Prasetya, S.Ik, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia Bhikkhu Jotidhammo, Mahatera, 27 Bhikkhu dari sejumlah provinsi di Indonesia serta tamu undangan.

Prosesi acara tersebut juga dihibur oleh tari-tarian Balada Cendrawasih maupun paduan suara yang dibawakan oleh para pelajar SMPN 1 Kabupaten Sorong. Acara berlangsung penuh khidmat, berjalan aman, tertib dan lancar. (rim/Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.