Vasektomi Alternatif Kontrasepsi Pria

Lensapapua, Biak – Vasektomi adalah prosedur medis untuk menghentikan aliran sperma pria dengan jalan melakukan okulasi (penutupan) vasa deferensia atau saluran sperma sehingga alur transportasi sperma terputus. Disebut juga dengan kontrasepsi mantap (Kontap) pada pria.

Metode kotrasepsi janka panjang (MKPJ) menggunakan program Medis Operasi Pria (MOP) atau Vasektomi bisa membantu para keluarga untuk membatasi jumlah anak jika jumlahnya sudah sesuai dengan jumlah yang diinginka, selain itu MOP juga merupakan salah satu cara untuk mengatasi/mengurangi resiko kematian ibu melahirkan, karena apabila jarak kehamilan terlalu dekat maka resiko kematian pada ibu melahirkan sangat tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Bina Kepersertaan KB jalur wilayah khusus BKKBN Republik Indonesia, Drs. Nerius Auparay, M.Si., “Jadi kalau masih ingin punya anak tapi ditunda, musti menggunakan kontrasepsi kalau yang MOP berarti sudah tidak ingin punya anak sama sekali, artinya jumlah anaknya sudah dua, tiga atau bahkan sudah banyak, dan kita ketahui bersama di Papua ada banyak keluarga yang anaknya sampai sembilan bahkan lebih dan istrinya masih usia reproduksi, itu berarti kalau sudah tidak ingin tambah anak bisa lakukan MOP ini,” ujarnya usai melaksanakan pembukaan kegiatan program MOP di RS AL Biak, Rabu (23/10/2019)

“Perlu diketahui di wilayah timur, angka kematian ibu melahirkan masih tinggi jadi untuk mengurangi itu salah satunya harus menggunakan kontrasepsi supaya jarak melahirkan itu jangan terlalu dekat,”katanya.

Auparay menjelaskan Vasektomi atau KB pria ini adalah alternatif apabila ada keluarga yang istrinya masih usia reproduksi dan tidak cocok menggunakan kontrasepsi, maka alternatifnya adalah suami bisa melakukan Vasektomi,.

Ia berharap masyarakat bisa mengerti harapan dari BKKBN melalui program KB karena tujuan utama dari KB adalah bukan untuk membatasi anak akan tetapi mengatur jarak kelahiran anak agar setiap anak yang dilahirkan harus mendapan asupan gizi yang baik sehingga bisa menjadi anak yang sehat dan berkualitas.(red/rin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lensapapua.com

FREE
VIEW