Marsma Daan Sulfi : Tidak Ada yang Bermain-main, Tidak Ada KKN, Semua Harus Sesuai Kriteria Pengadaan Prajurit

banner 120x600
banner 468x60


Lensapapua, Biak – “Tidak ada yang bermain-main, tidak ada KKN, tidak ada yang meminta atau menjanjikan sesuatu dari calon siswa, semuanya harus sesuai dengan kriteria pengadaan prajurit menurut prosedur dan aturan. Apabila ada Casis yang masuk tidak sesuai dengan kriteria pengadaan prajurit, maka saya akan nemproses dan menindak tegas”, ujar Marsma TNI Daan Sulfi, S. Sos.

Penegasan itu disampaikan Ketua Panitia Daerah (Panda) Lanud Manuhua Marsma Daan Sulfi saat memimpin sidang Panthukhirda Calon Bintara prajurit TNI AU tahun anggaran 2019 hari Senin 25 Agustus 2019 di ruang Suryadarma Lanud Manuhua Biak, Senin (25/8/19).

banner 325x300

Ketua Panda dan seluruh Ketua Tim memeriksa setiap Casis secara cermat dan teliti. Ini dimaksudkan untuk membuktikan kualitas calon siswa berdasarkan semua materi seleksi yang telah diujikan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, sidang Panthukhirda menetapkan 5 calon siswa Bintara Panda Lanud Manuhua lulus dan selanjutnya akan mengikuti seleksi calon siswa Bintara TNI AU tingkat pusat di Solo (Jawa Tengah).

“Calon Prajurit TNI AU yang dikirim seleksi ke tingkat pusat ini adalah prajurit pilihan yang telah diseleksi secara ketat, baik oleh Tim dari Lanud ataupun Tim Pusat, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, ujar Wakil Ketua Panda Kol Adm Hendy Hendarto, S. Sos., (Kadispers Lanud).
“Penerimaan Casis Panda Lanud Manuhua dibuka tanggal 15 Juli 2019, mendaftar sebanyak 33 orang.
Pemeriksa kelengkapan administrasi meliputi:
SKCK, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, Ijajah SD, SMP, SLTA, Surat Persetujuan Orang Tua, Surat Kesanggupan Diri, Surat Keterangan Tidak Kolusi, Surat Keterangan Belum Menikah, Surat Kuasa Perwalian”. ujar Ketua Tim Pelaksana Mayor Kes Abu Al Ansori (Kasi Pembinaan Jasmani).

Pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Lanud Manuhua tanggal 16 sampai 17 Juli berupa: tinggi badan, lingkar perut, lingkar dada, visus mata, lapangan pandang, test buta warna, periksa fisik dari atas sampai bawah, kepala, THT, leher, dada, perut, jantung, sistem urogenital hingga ekstremitas atas dan bawah, gigi, postur”, kata Kapten dr. Niko.

“Pemeriksaan keabsahan surat-surat, sinyalemen, dilaksanakan tanggal 17 dan 18 Juli di Satpom Lanud”, kata Letkol POM Eko Slamet Widodo (Dansatpom Lanud Manuhua).
“Satuan Intelijen melaksanakan pemeriksaan mental ideologi tanggal 21 dan 25 Juli meliputi bidang: Kepribadian, pergaulan, ideologi atau berbagai faham seperti komunis dan PKI, radikalisme, pemahaman Pancasila, Undang Undang Dasar agama, separatis, Pemilu, kebijakan pemerintah, motifasi, kerukunan antar umat beragama, politik, kepribadian, kebijakan pemerintah”, ujar Letkol Sus Yuliono, S. Pd., (Kaintel Lanud Manuhua).
Pada penerimaan calon Bintara kali ini diadakan pertemuan antara orang tua calon Bintara dengan Ketua Panda dan Panitia. Hal ini bertujuan untuk mengikuti perkembangan puteranya dalam melaksanakan seleksi. Dalam pertemuan ini Ketua Panda menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan orang tua dalam mengawal dan mengawasi anaknya selama seleksi berlangsung.
Ketua Panda menegaskan bahwa, “Pengadaan prajurit ini murni, tidak usah dibayar, saya sudah digaji, Kadispers digaji. Saya tidak main-main, saya bisa dapat informasi dari mana-mana, karena saya punya pengalaman tugas di bidang personil. Percayakan pada kita dan awasi anak-anak kita yang sedang test Samapta”, ujar Daan Sulfi di hadapan orangtua calon Bintara.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa, “Saya akan meminta pertanggungjawaban dari Tim Kesehatan, POM, Tim Mental Ideologi dan Psikologi ketika Casis dinyatakan tidak lulus. Hal ini penting, agar anak yang tidak lulus dapat menerima kenyataan dengan lapang dada. Apabila ada kecurangan dalam seleksi Bintara ini, silahkan laporkan kepada saya melalui nomor telepon pengaduan ini, tolong dicatat. Saya tegas dan keras terhadap kecurangan, saya tidk akan main-main, saya doakan putra-putri bapak dan ibu sekalian lulus dan lolos menjadi prajurit TNI AU”, pungkas Marsma TNI Daan Sulfi, S. Sos.
Terakhir diubah: 18:08(red/rin)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.