Hery Naap : Mari Kita Sampaikan Aspirasi dengan Cara yang Beretika, Tidak Anarkis

Lensapapua, Biak – Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry Ario Naap bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Kabupaten Biak numfor menerima semua aspirasi yang di bawa oleh masyarakat Biak numfor yang melakukan aksi demo damai sejak 20 hingga 21 Agustus 2019 dengan melakukan pertemuan langsung dan mengadakan konferensi pers bersama media yang ada di Kabupaten Biak numfor, Rabu (21/8/2019).

Dalam kesempatan ini perwakilan dari Forum peduli masyarakat Papua di Kabupaten Biak numfor, Intelektual, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan dan Tokoh Pemuda di Kabupaten Biak numfor menyampaikan pernyataan sikap terkait insiden Rasisme yang di alami mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, pernyataan sikap ini diharapkan untuk Bupati melanjutkan ke Gubernur Provinsi Papua dan ke Presiden Republik Indonesia.

“Dengan beberapa aspirasi yang telah disampaikan, yaitu kami menolak keras rasisme yang terjadi terhadap orang papua, ini menjadi catatan penting bagi negara ini karena rasisme ini bisa menjadikan perpecahan kepada NKRI, Indonesia bukan hanya milik satu suku atau agama tertentu saja, tetapi Indonesia itu dari sabang sampai marauke dan terdiri dari beragam agama,” Ujar Bupati.

Menurut Bupati, rasisme seperti ini sudah sering terjadi sehingga negara perlu menyusun regulasi yang bisa memberikan sanksi ketat bagi oknum oknum yang terus mencoba memecahbelah persatuan dan kesatuan melalui cara rasisme ini.

“Aspirasi ini akan terus kita dorong sehingga menjadi perhatian penting bagi pemerintah pusat, rasisme sudah sering terjadi sehingga negara perlu membuat regulasi, baik di tingkat pusat terutama DPR RI yang telah kita pilih untuk duduk di jakarta mewakili rakyat papua, harus menyusun regulasi tentang larangan rasisme dan intoleran di dalam NKRI,” Ungkapnya.

Bupati Herry mengajak seluruh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan elegan dan bermartabat melalui media yang ada agar tepat sasaran, tidak dengan melakukan aksi yang anarkis, yang bisa merusak aset daerah karena dapat merugikan diri sendiri.

“Mar kita menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih elegan melalui media, agar tepat sasaran sehingga kita bisa memberikan contoh bahwa memang Biak numfor tidak berkompromi dengan intoleran dan rasisme, dengan cara yang lebih bermartabat sebagai orang yang mengalami peradaban di atas tanah papua,” Pungkas Bupati.(red/rin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.