Dana BOSDA Harus Sesuai Dengan Data Riil Jumlah Siswa

banner 120x600
banner 468x60

IMG_6678

Lensapapua– Pemberian dana bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) harus disesuaikan dengan data riil  jumlah siswa di masing-masing sekolah. Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, melalui Kabid Pendidikan Dasar, Sonny V. Siwu, S.Sos, M.Si, kepada media ini, Jumat 4/4.

banner 325x300

Bila ada sekolah yang merekayasa,  maka akan dikenakan sanksi kepada lembaga pendidikan  yang bersangkutan, yang artinya dimark-up. ujar Sonny.

Ada perbedaan sekolah yang berdomisili di wilayah perkotaan, seperti Aimas, Mayamuk, sebagian Salawati tapi juga ada beberapa sekolah yang di wilayah pinggiran, seperti di Yeflio. “Jadi pada intinya, kita mengkategorikan sekolah pada 4 wilayah,,yakni perkotaan, pinggiran, terpencil, dan terisolir, “ urainya.

Dari masing-masing sekolah dana yang akan diterima per siswa berbeda sesuai dengan kategori wilayah tersebut.

Ia menambahkan,  dengan adanya sosialisasi dana BOSDA tahun 2014 ini tidak akan terjadi penyimpangan-penyimpangan penggunaaan dana BOSDA, dengan harapan pihak sekolah selaku penerima dana tersebut bisa dipertanggungjawabkan sesuai petunjuk teknis yang ada.

“Dengan adanya alokasi anggaran yang dialokasikan pemerintah melalui  beberapa sumber dana, seperti  dana BOS, BOSDA, dana BSM yang sasarannya agar tidak terjadi lagi anak usia sekolah yang  putus masalah pendidikannya,”harapnya. (rim/Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.