Penggunaan Baju Adat dan Body Painting Hiasi Pembukaan Festival BMW ke 7

Lensapapua, Biak – Masyarakat Kabupaten Biak Numfor antusias menyambut kegiatan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) ke 7 yang Merupakan salah satu Festival daerah yang telah ditetapkan dalam kalender event nasional oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang datang untuk melihat langsung acara pembukaan FBMW di Lapangan Cendrawasih Biak, Senin (1/7/2019.

Tarian kolosal oleh 500 penari tidak luput oleh pandangan mata penonton yang datang, dengan menampilkan tarian yang dipadukan dengan adat budaya masyarakat Biak Numfor merupakan perpaduan yang menarik perhatian wisatawan yang datang untuk menyaksikan secara langsung pembukaan event bergengsi ini.

Selain puluhan stan ekonomi kreatif dan hiburan yang akan meramaikan jalannya FBMW kaki ini, ada satu hal yang menarik perhatian dan pandangan mata pada event yang akan digelar selama 6 hari ini yakni pengunaan mahkota khas Biak dan Baju adat Biak dipadukan dengan Body Painting atau lukisan lukisan pada tubuh.

Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap bersama jajarannya para Pimpinan SKPD juga terlihat menggunakan baju khas Biak Numfor dengan lukisan lukisan unik di tubuh dan wajah, diikuti oleh tamu undangan, pimpinan Tni-Polri, Pimpinan BUMN/BUMD Serta masyarakat yang hadir juga turut melukis ukiran ukiran unik pada wajah, Inilah yang membuat terlihat menarik dan berbeda pada FBMW kali ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor Ony Dangaebun mengatakan bahwa Body painting dan menggunakan pakaian adat sebagai salah satu langkah maju untuk memperkuat budaya di Kabupaten Biak Numfor

“Body painting dan menggunakan pakaian adat ini sebagai langkah memperkuat budaya, saya yakin jika budaya kuat maka kesejahteraan itu bisa tercapai melalui aliran ekonomi yang ada di UMKM khusunya yang mendorong kearifan lokal dan budaya,” Ujarnya.

Kadispar menambahkan FBMW kali ini mengangkat tema “Menguatkan Budaya Membingkai Pesona” agar bisa memperkenalkan identitas Biak, mendorong kearifan lokal dan kebudayaan Kabupaten Biak Numfor.(red/rin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *