Lensapapua, Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi berbasis adat di Tanah Papua kembali diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat. Kali ini, perhatian pemerintah tertuju pada komunitas Suku Biak di Papua Barat Daya yang menerima bantuan usaha ternak ayam petelur dari Presiden RI.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program penguatan ekonomi rakyat berbasis adat, yang kini mulai digerakkan secara luas di wilayah timur Indonesia. Melalui inisiatif tersebut, Lembaga Adat Polisi Suku Biak di Papua Barat Daya menerima satu paket lengkap usaha ternak ayam petelur, mencakup ratusan bibit ayam, pakan awal, serta dukungan teknis pembangunan kandang komunal.
Kepala Polisi Adat Suku Biak, Herry Korano, menyambut bantuan ini dengan penuh syukur dan menilai langkah pemerintah sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat adat. “Ini bukan hanya bantuan ternak, tetapi bukti bahwa pemerintah mendukung kami untuk menjaga jati diri adat sambil hidup mandiri secara ekonomi,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Menurut Herry, usaha ternak tersebut akan dikelola secara kolektif oleh komunitas Biak di Sorong. Hasil produksi nantinya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi warga, tetapi juga untuk mendukung kegiatan adat, pendidikan, serta pelestarian budaya Biak. “Kami berkomitmen menjadikan program ini milik bersama. Hasilnya akan kembali ke masyarakat dan memperkuat keberadaan komunitas adat kami,” tambahnya.
Usaha ternak ayam petelur dinilai tepat sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Selain siklus produksinya cepat, usaha ini relatif mudah dikelola dan memiliki pasar yang stabil. Pemerintah berharap sektor peternakan kecil seperti ini dapat menjadi penopang ketahanan pangan sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat adat di Papua Barat Daya.
Program ini juga mencerminkan pendekatan pembangunan baru di Tanah Papua: menempatkan lembaga adat sebagai pusat inisiatif ekonomi. Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas sosial dan budaya masyarakat agar kemandirian tumbuh dari akar tradisi yang kuat.
Herry menutup kegiatan dengan pesan penuh makna. “Kami ingin membuktikan bahwa masyarakat adat bisa mandiri. Bantuan ini bukan sekadar ayam dan telur, tapi simbol masa depan adat kami di tanah ini,” ujarnya. red







