Lensapapua, Merauke – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Merauke kembali mewujudkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi umat. Hal ini ditandai dengan peresmian Program Desa Cahaya di Kelurahan Kamahedoga, Distrik Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Rabu (8/4). Program ini menjadi langkah nyata perseroan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian finansial warga setempat.

Program Desa Cahaya merupakan inisiatif strategis yang tidak sekadar menyalurkan bantuan modal, tetapi juga menghadirkan pendampingan berkelanjutan. Tujuannya adalah mengasah keterampilan usaha penerima manfaat agar dapat bersaing dan mandiri secara ekonomi.
Peresmian program Desa Cahaya berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Kamahedoga dan dihadiri oleh perwakilan YBM PLN UP3 Merauke, YBM PLN Pusat, Lurah Kamahedoga, Majelis Rakyat Papua, tokoh masyarakat dari unsur adat, agama, dan perempuan, serta para penerima manfaat. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun perekonomian lokal.
Melalui program ini, sebanyak 51 penerima manfaat (mustahik) menerima bantuan modal dan pemberdayaan usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga. Desa Cahaya dirancang secara komprehensif; mencakup pelatihan proses produksi, tata kelola manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran. Dengan pendekatan ini, skala usaha diharapkan dapat tumbuh lebih optimal.
Sebagai wujud pendampingan menyeluruh, YBM PLN Pusat juga menugaskan seorang Pendamping Desa profesional yang akan menetap selama satu tahun penuh di Kamahedoga. Kehadiran tenaga pendamping ini disiapkan untuk memberikan asistensi intensif bagi para pelaku usaha mikro, memastikan efektivitas program, serta membantu memberikan solusi atas kendala teknis yang mungkin muncul di lapangan.

General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa program ini adalah upaya membangun kemandirian yang berkelanjutan.
“Program Desa Cahaya yang diinisiasi oleh YBM PLN merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mendorong pemberdayaan berbasis kemandirian ekonomi. Kami meyakini, intervensi yang tidak hanya bersifat bantuan materiil, namun dilengkapi dengan pendampingan intensif dan peningkatan kapasitas, akan menciptakan dampak yang terukur dan berjangka panjang. Kami berharap program ini benar-benar membawa perubahan nyata bagi peningkatan kesejahteraan saudara-saudara kita di Papua Selatan,” ungkap Roberth.
Tidak hanya menyentuh sektor ekonomi, kepedulian YBM PLN juga disalurkan melalui bantuan sarana dan prasarana untuk Masjid Al-Irsyad di kelurahan setempat. Bantuan yang diberikan meliputi kipas angin, sistem pengeras suara, cat, pompa air, hingga alat kebersihan. Di bidang pendidikan, diserahkan pula perlengkapan belajar-mengajar dan santunan bagi anak-anak pengajian. Selain itu, YBM PLN menugaskan pendamping khusus untuk membimbing anak-anak dan lansia dalam memperdalam ilmu agama.

Lurah Kamahedoga, Moh. Akbar, mengapresiasi penuh langkah PLN di wilayahnya. “Kami sangat berterima kasih kepada YBM PLN yang telah memberikan kepercayaan dan menjadikan kelurahan kami sebagai sasaran program. Semoga Desa Cahaya ini membawa keberkahan, manfaat yang besar, serta kebaikan bagi para mustahik di Kamahedoga,” ujarnya.
Melalui Program Desa Cahaya, YBM PLN UP3 Merauke berharap dapat menumbuhkan semangat kemandirian di tengah masyarakat serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kamahedoga secara menyeluruh.







