Lensapapua, Polda Papua Barat Daya terus memperkuat program Tourist Police sebagai bagian dari strategi menghadirkan pelayanan kepolisian yang aman, humanis, profesional, dan responsif bagi wisatawan yang berkunjung ke Papua Barat Daya.
Program tersebut mendapat perhatian serius dari Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie S. Latuheru, S.I.K., M.Han. Kapolda mendorong jajaran kepolisian untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, merasa aman selama menikmati destinasi wisata di wilayah Papua Barat Daya.
Tak sekadar mengandalkan kehadiran personel di lapangan, Polda Papua Barat Daya kini juga mengemas program Tourist Police melalui konten visual untuk memperkenalkan bentuk pelayanan kepolisian kepada publik dan wisatawan.
Upaya tersebut diwujudkan Tim Multimedia Bidhumas Polda Papua Barat Daya bersama tim multimedia eksternal dan personel Polres Raja Ampat melalui produksi video promosi Tourist Police di sejumlah destinasi unggulan Raja Ampat, Sabtu (29/8/2026).
Sebanyak 11 personel terlibat dalam proses produksi yang berlangsung sejak pukul 12.25 WIT hingga 18.35 WIT. Pengambilan gambar dilakukan di kawasan wisata Piaynemo dan Arborek, dua destinasi yang menjadi ikon pariwisata Raja Ampat.
Bukan hanya panorama laut dan gugusan karst yang menjadi objek kamera. Produksi video tersebut juga menampilkan aktivitas personel kepolisian saat memberikan pelayanan, pendampingan, serta memastikan keamanan wisatawan melalui program Tourist Police.
Visualisasi kesiapsiagaan polisi di laut turut diperkuat dengan penggunaan speedboat patroli dalam sejumlah pengambilan gambar. Kehadiran armada tersebut menggambarkan kesiapan personel dalam mendukung keamanan wisata bahari yang menjadi salah satu aktivitas utama wisatawan di Raja Ampat.
Yang menarik, produksi video ini turut melibatkan wisatawan mancanegara asal Italia, Jerman, dan Inggris sebagai model.
Keterlibatan wisatawan asing tersebut menjadi bagian dari konsep visual untuk memperlihatkan interaksi langsung antara polisi dan wisatawan dalam suasana yang humanis dan bersahabat. Pesan yang ingin dibangun cukup jelas: keamanan dan pelayanan kepolisian menjadi bagian dari pengalaman wisata di Papua Barat Daya.
Kasubbid PID Bidhumas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny S.A. Hengkelare mengatakan, seluruh materi yang telah direkam akan diproses menjadi satu video utuh untuk mendukung publikasi sekaligus sosialisasi program Tourist Police.
«“Pengambilan video dilaksanakan di dua lokasi, yakni Piaynemo dan Arborek, dengan melibatkan personel kepolisian serta wisatawan mancanegara. Seluruh bahan mentah selanjutnya akan diproses menjadi video utuh,” ujarnya.»
Menurutnya, produksi tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen pimpinan dalam memperkuat pelayanan kepolisian di kawasan pariwisata. Kehadiran Tourist Police juga diharapkan semakin memperkenalkan sosok Polri yang profesional, humanis, dan bersahabat kepada wisatawan.
Bagi Papua Barat Daya, program ini memiliki posisi strategis. Raja Ampat bukan hanya menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia, tetapi juga salah satu wajah Papua Barat Daya di mata wisatawan internasional.
Karena itu, keamanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan wisatawan. Melalui Tourist Police, kepolisian berupaya memastikan wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan Raja Ampat, tetapi juga mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.
Materi video yang diproduksi di Piaynemo dan Arborek selanjutnya akan menjadi bagian dari strategi publikasi Polda Papua Barat Daya untuk memperkenalkan pelayanan Tourist Police secara lebih luas.
Dengan pendekatan pelayanan sekaligus promosi tersebut, Polda Papua Barat Daya ingin menempatkan kepolisian bukan semata sebagai aparat penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang ikut mendukung kenyamanan wisatawan dan citra destinasi Papua Barat Daya. red

















