Lensapapua, Jajaran Polda Papua Barat Daya menghadiri ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua yang berlangsung di Gedung Gereja GPI Betlehem BTN, Kota Sorong, Senin (25/5/2026). Acara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh gereja, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kehadiran Polda Papua Barat Daya dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap terciptanya kehidupan beragama yang harmonis sekaligus memperkuat sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Karena di negeri ini, menjaga damai ternyata masih perlu kerja kolektif, bukan sekadar status motivasi di media sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Papua Barat Daya, Ketua Klasis GPI Papua Sorong Raya, unsur Forkopimda, serta Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny S.A. Hengkelare yang mewakili Kapolda Papua Barat Daya. Hadir pula Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sorong mewakili Wali Kota Sorong.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan ibadah syukur yang berlangsung penuh hikmat. Suasana kebersamaan semakin terasa saat para peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Tanah Papua sebagai simbol persatuan dan kecintaan terhadap daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Klasis GPI Papua Sorong Raya dan Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan apresiasi atas perjalanan pelayanan GPI Papua selama 41 tahun dalam membangun iman, persaudaraan, dan kedamaian di Tanah Papua.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny S.A. Hengkelare menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas keamanan dan mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Polda Papua Barat Daya akan terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan jamuan kasih yang menjadi momen mempererat silaturahmi antar jemaat dan seluruh tamu undangan yang hadir.
Momentum HUT ke-41 GPI Papua ini diharapkan semakin memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat Papua Barat Daya. Karena kadang yang paling susah diurus bukan teknologi atau pembangunan, tapi manusia yang lupa cara hidup rukun. red







