
Lensapapua, Biak – Puluhan Guru dan Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Biak Numfor mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Edukasi Gizi yang berlangsung di KSL Grandballroom Biak, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan yang akan berjalan hingga 12 Desember 2025 ini diselenggarakan atas kolaborasi UNICEF, Jenewa Institute, dan Yayasan Rumsram, dengan tujuan menyukseskan program prioritas MBG di daerah tersebut.
Pada pembukaan kegiatan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, John Joseph Sobuber, mewakili Kepala Dinas, menyampaikan apresiasi karena Biak Numfor terpilih sebagai pilot project pelaksanaan peningkatan kapasitas satuan pendidikan untuk program MBG.
Ia berharap program ini dapat berjalan optimal, terutama dalam memastikan penyaluran makanan bergizi sampai ke siswa serta menjaga keamanan dan kesehatan peserta didik.
“Pelaksanaan kegiatan ini tentunya dari Dinas Pendidikan memberikan support penuh kepada seluruh Satuan Pendidikan, baik PAUD/TK, SD, maupun SMP,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini hanya ada 8 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga tidak semua sekolah dapat dilibatkan dalam pelatihan ini.
“Yang hadir adalah sekolah-sekolah yang memang ditangani langsung dengan MBG, sehingga kami berharap proses penyaluran MBG dapat dilaksanakan dengan baik sampai ke siswa dan terutama menjaga kesehatan anak-anak,” jelasnya.
Direktur Yayasan Rumsram Ir. Ishak Matarihi menilai program MBG dan penguatan literasi-numerasi merupakan investasi penting bagi masa depan anak-anak di Papua. Ia mengapresiasi dukungan dari UNICEF, Jenewa Institute, dan mitra lainnya, serta menyampaikan bahwa kolaborasi ketiganya dalam program literasi-numerasi akan berlangsung hingga Desember 2027, dengan sembilan SD sebagai sekolah percontohan awal.
“Ini program yang hebat, kita bersyukur karena hanya dua daerah di Papua yang menjadi lokasi implementasi dan semuanya melalui proses investasi program yang sangat serius,” ujar Matarihi.
Sementara itu, perwakilan Jenewa Institute, Shafa menjelaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas ini bertujuan memastikan MBG tidak hanya berhenti pada penyediaan Makan Bergizi Gratis, tetapi juga memberikan pemahaman gizi yang benar kepada siswa.
“MBG menyediakan makanan bergizi, tetapi yang terpenting adalah bagaimana program ini terintegrasi dengan edukasi gizi. Anak-anak harus tahu apa yang mereka konsumsi dan manfaatnya,” jelasnya.
Safha juga menggarisbawahi bahwa masalah gizi pada anak sekolah masih tinggi di Indonesia. Melalui menu yang lengkap, terutama dengan protein hewani, MBG diharapkan dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kesehatan anak.
“Kami berharap edukasi gizi dapat berjalan seiring dengan pembagian makanan. Itulah bentuk dukungan kami dalam program ini,” tambahnya.







