Lensapapua – Bersama PLN Papua, Sebanyak 19 wartawan dari berbagai media di Papua mengikuti kegiatan lokakarya media dan site visit teknis pengelolaan energi bersih di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata, Purwakarta, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung dari 19 hingga 23 November 2025 diikuti peserta dari Jayapura, Biak Numfor, Sorong, Timika, Nabire, dan Merauke.
Assistant Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Imam Alhakim menjelaskan, PLN menggelar kunjungan ini dengan tujuan menunjukkan wujud nyata upaya negara dalam transisi energi menuju sumber energi baru terbarukan (EBT) yang bersih dan berkelanjutan.
“PLTA dan PLTS Terapung Citara memiliki status penting di skala regional dan nasional, PLTA Cirata merupakan pembangkit terbesar di Indonesia, sedangkan PLTS Terapung Cirata adalah yang terbesar di Asia Tenggara,” ungkapnya, kepada Media saat Pembukaan pelaksanaan kegiatan di Kantor Cirata Surakarta Jawa Barat, Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan bahwa kedua proyek ini menjadi bukti keseriusan negara dan komitmen PLN dalam mengembangkan EBT yang ramah lingkungan.
Imam menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman wartawan terkait EBT dan transisi energi. “Semangat untuk teman-teman media agar bisa lebih tau terkait EBT, sehingga nanti ketika membahas proyek-proyek EBT di Papua, kita sudah satu visi dan pemahaman,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan memberikan wawasan baru yang dapat dibagikan melalui tulisan dan pemberitaan kepada masyarakat di Papua.
Mengenai potensi EBT di Papua, Imam menyatakan bahwa potensi tersedia secara luas. Dari 370-an pembangkit listrik di wilayah tersebut, sebanyak 190 di antaranya sudah menggunakan EBT. Selain itu, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, akan ada 59 pembangkit baru yang juga berbasis EBT.
“Potensi PLTS Terapung juga mungkin bisa dioptimalkan di Papua, sesuai dengan karakteristik kontur alamnya,” jelasnya.
Selain PLTS, PLTA juga menjadi fokus pengembangan, minsalnya seperti di Amai, Mambramo, dan Kalidigul yang memiliki potensi besar. EBT di Papua juga mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Mikro (PLTM) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berbasis air, serta banyak PLTS yang sedang dalam tahap pembangunan.
Sementara itu, Cecep Sofhan Munawar, Manager Pemeliharaan PLN Nusantara Power UP Cirata PT PLN Nusantara Power, sekaligus mewakili Pimpinan unit menyambut hangat para awak media papua yang ada.
“Selamat datang di PLTA dan PLTS Terapung Citara, Kunjungan ini merupakan salah satu kolaborasi PLN Group dengan media,” Ujarnya.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Waduk Cirata, yang terletak di Jawa Barat, merupakan salah satu PLTA terbesar di Indonesia dan bahkan Asia Tenggara. PLTA ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.008 megawatt (MW), berperan besar dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional. Selain sebagai penyokong energi, Waduk Cirata juga menjadi ikon penting bagi Indonesia dalam peralihan menuju energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Selain menjadi PLTA, Cirata juga diproyeksikan menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung terbesar di Asia Tenggara. Proyek PLTS terapung ini adalah kerja sama antara PT PLN (Persero) dan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Masdar. Dengan kapasitas terpasang mencapai 145 MW, PLTS terapung ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas energi terbarukan Indonesia secara signifikan, tanpa mengganggu fungsi utama PLTA Cirata sebagai sumber energi hidroelektrik.







