banner 728x250

Dari Bintuni ke Batam: Kisah Miko Furimbe, Lulusan P2TIM yang Menaklukkan Dunia Kerja Nasional

banner 120x600
banner 468x60

Lensapapua, Dari pesisir Bintuni, Papua Barat, Miko Furimbe menempuh perjalanan panjang menuju Batam, Kepulauan Riau, membawa satu keyakinan: masa depan hanya milik mereka yang berani melangkah. Kini, anak suku Irarutu itu bekerja di PT McConnell Dowel, salah satu perusahaan besar di bidang konstruksi industri lepas pantai.

Lulusan Pusat Pelatihan Tenaga Industri Migas (P2TIM) Batch 5 tahun 2020, jurusan rigging ini bukanlah orang baru di dunia industri. Sebelum bergabung dengan McConnell Dowel, Miko sempat meniti karier di PT Citra Tubindo Engineering, PT Austin Engineering, hingga PT McDermott Indonesia. Semua pengalaman itu, kata Miko, menjadi sekolah kehidupan yang mengajarkan arti ketekunan dan adaptasi.

banner 325x300

“Setiap langkah di perantauan adalah proses belajar. Hidup di dunia kerja yang keras menuntut disiplin, kesabaran, dan keberanian keluar dari zona nyaman. Itu yang membentuk saya hari ini,” ujar Miko, Selasa (11/10/2025).

 

Selama lima tahun di Batam, Miko menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan finansial hingga mental. Namun, ia menolak menyerah. Baginya, setiap kesulitan adalah peluang untuk naik level. “Kita tidak harus jadi yang paling pintar untuk sukses, tapi harus gigih dan tekun. Itu yang membedakan mereka yang bertahan dan mereka yang berhenti di tengah jalan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa banyak rekannya sesama alumni P2TIM mengalami hal serupa—berjuang keras di tanah rantau untuk mencari kesempatan hidup yang lebih baik. “Tidak semua perjalanan berjalan mulus. Tapi kalau kita punya semangat dan mindset positif, setiap kegagalan justru jadi bahan bakar untuk maju,” lanjutnya.

Miko menutup pesannya dengan refleksi sederhana namun kuat: “Orang sukses bukan yang tak pernah gagal, tapi yang terus melawan rasa takut untuk gagal. Saya percaya, makin banyak anak Papua akan menyusul jejak ini—bekerja keras, berani bermimpi, dan membawa nama baik tanah kelahiran di mana pun mereka berada.” red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses