banner 728x250

Anggota DPR RI, Ruth Naomi Mendorong Budidaya Tanaman Pengganti Beras 

Anggota DPR RI, Ruth Naomi Mendorong Budidaya Tanaman Pengganti Beras 

banner 120x600
banner 468x60

 

Lensapapua, Biak – Menjalankan kebijakan ekonomi kerayatan dalam menjawab isu-isu sosial dan pembangunan masyarakat akar rumput melalui pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengembangan dan budidaya tanaman pengganti beras yang berasal dari tanaman ubi-ubian dan sayuran khas Biak, Ruth Naomi kembali menggelar Gerbang Panen (Gerakan Menanam Tanaman Pendamping Beras) di Kampung Darmofis, Biak Numfor, Selasa 05 Mei 2026.

Ruth Naomi yang merupakan Anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dapil Provinsi Papua, hadir membersamai kelompok tani untuk mengembangkan dan membudidayakan tanaman sayuran dan umbi-umbian, seperti, keladi, singkong, ubi jalar, kangkung, bayam, cabai, kacang panjang, dan terong. Dimana tanaman sayuran dan umbian ini mudah tumbuh dan mudah perawatan dan pemupukannya, serta hasil yang melimpah jika diolah dan dibudidayakan dengan biak.

“ini merupakan program kebijakan partai sesuai petunjuk Ketua Umum untuk mendukung pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan ketahanan keluarga di tingkat masyarakat lokal di pedesaan, kampung dan kelurahan”, ujar Ruth Naomi.

Kelompok tani yang dikunjungi sangat senang dengan kehadiran seorang perwakilan pemerintah pusat, yang bukan saya menghimbau tetapi turun langsung untuk memberikan semangat tetapi juga menggarap bersama kegiatan penanaman dan pembudidayaan bahan makanan lokal berupa tanaman umbi-umbian dan sayuran.

Ketua Kolompok Tani Kampung Darmofis, Ibu Tineke Rukabu menyampaikan kegembiraannya : “kami sangat senang dengan kunjungan dan kehadiran Ibu Ruth Naomi Rumkabu, seorang Anggota DPR RI, yang bukan saja berkunjung, tetapi memulai pembukaan kegiatan menanam. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami anggota kelompok tani. Dengan kehadiran Ibu, kami berharap bisa mendapat bantuan bibit, pupuk dan peralatan pertanian yang diperlukan.”ungkapnya.

Di sela-sela kegiatan menanam bersama, Ruth Naomi juga berpesan agar lahan-lahan di kebun dan halaman yang kosong jangan dibiarkan, tetapi dapat diolah untuk pengembangan dan budidaya pertanian bahan lokal, sehingga dengan hasil yang akan dipanen kemudian dapat dinikmati oleh anggota keluarga dan dapat dijual untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Ruth Naomi juga berharap agar penggunaan lahan perkebunan yang ada dapat dimaksimalkan tanpa merusak hutan untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem dengan menerapkan sistem penanaman tumpang sari dan palawija. Antusias anggota kelompok yang hadir menyambut kehadiran Ruth Naomi dan berharap pada kunjungan kerja berikutnya dapat kembali untuk melakukan panen bersama.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses