Lensapapua, Upaya Pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi persoalan banjir mulai menunjukkan hasil nyata. Sejumlah titik rawan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga, seperti kawasan Kilometer 8 sekitar Mega Mall, Kilometer 10 Jupiter, hingga Kilometer 14, kini dilaporkan berangsur terkendali.
Aktivis lingkungan Kota Sorong, Yosep Nauw, menilai kondisi ini sebagai bukti bahwa visi dan misi Wali Kota Sorong perlahan mulai terealisasi, khususnya dalam penanggulangan banjir yang selama ini melekatkan citra negatif terhadap kota tersebut.
“Bertahun-tahun Kota Sorong dijuluki sebagai kota banjir. Sekarang kita mulai melihat perubahan nyata di lapangan. Beberapa titik banjir yang dulu selalu tergenang, kini sudah mulai teratasi,” ujar Yosep Nauw saat diwawancarai wartawan.
Menurut Yosep, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja serius Wali Kota Sorong bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Sorong sebagai dinas teknis yang terus melakukan pembenahan drainase dan penanganan titik-titik rawan genangan.
Ia juga mengapresiasi konsistensi pemerintah daerah yang dinilainya tidak hanya bekerja di atas kertas, tetapi langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. “Saya melihat kerja nyata. Ini bukan janji, tapi sudah bisa dirasakan warga,” katanya.
Sebagai pegiat lingkungan, Yosep berharap upaya penanganan banjir ini terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain yang masih berpotensi tergenang, agar Kota Sorong ke depan benar-benar terbebas dari ancaman banjir yang selama ini meresahkan masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Sorong dan Bapak Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Sorong yang terus bekerja keras. Semoga Tuhan memberkati dan Kota Sorong ke depan semakin aman, nyaman, dan terhindar dari banjir,” pungkasnya. red







