BPJS Kesehatan Perluas Layanan Jantung di Sorong, RSUD Kini Layani Kateterisasi Darurat untuk Peserta JKN

Lensapapua, BPJS Kesehatan terus memperkuat layanan kesehatan rujukan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Papua Barat Daya. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kerja sama layanan kateterisasi jantung (cathlab) di RSUD Kabupaten Sorong, RSUD Dr. J.P. Wanane.

Kerja sama tersebut resmi ditandai melalui penandatanganan kesepakatan antara BPJS Kesehatan Cabang Sorong dan RSUD Kabupaten Sorong pada 25 Mei 2026. Layanan ini difokuskan untuk penanganan kegawatdaruratan jantung guna meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama, mengatakan penguatan layanan jantung menjadi salah satu prioritas pengembangan Program JKN, khususnya di Papua Barat Daya yang masih memiliki keterbatasan fasilitas penanganan jantung terpadu. Karena rupanya manusia memang memilih bikin penyakit jantung massal dulu baru sibuk bangun fasilitasnya belakangan. Evolusi birokrasi modern.

“Pelayanan jantung ini menjadi salah satu target kerja sama dalam penyelenggaraan Program JKN, khususnya di wilayah Provinsi Papua Barat Daya. Harapan kami ini akan menjadi awalan yang baik tidak hanya untuk pelayanan jantung yang bersifat gawat darurat, melainkan pelayanan penuh,” ujar Pupung.

Menurutnya, RSUD Kabupaten Sorong berpotensi menjadi pusat rujukan layanan jantung di kawasan Indonesia Timur karena belum banyak rumah sakit yang memiliki kemampuan layanan serupa.

“Harapan kami, rumah sakit ini bisa menjadi wajah utama layanan kesehatan,” katanya.

Layanan kateterisasi jantung yang tersedia di RSUD Kabupaten Sorong meliputi tindakan Intervensi Kardiovaskular Perkutan (IKP) untuk kondisi darurat penyelamatan nyawa, seperti Primary PCI, Rescue PCI, dan Early PCI pada pasien serangan jantung akut.

Direktur RSUD Kabupaten Sorong, dr. Hendrik O.T. Mansa, Sp.B, Subspe-BD (K), menegaskan pihak rumah sakit siap menjalankan layanan sesuai standar medis dan ketentuan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Pelayanan jantung memang menjadi fokus utama kami di RSUD Kabupaten Sorong. Saya selaku direktur berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan layanan sesuai standar yang telah disepakati,” ungkapnya.

Ia juga menyebut sebagian besar pasien yang dilayani di RSUD Kabupaten Sorong merupakan peserta JKN.

“Sebanyak 96 persen pasien di RSUD merupakan pasien BPJS Kesehatan,” tambahnya.

Selain penanganan serangan jantung akut, RSUD Kabupaten Sorong juga kini melayani tindakan medis lain seperti pemasangan pacu jantung sementara maupun permanen, serta penanganan efusi perikardium dengan tindakan perikardiosintesis sesuai indikasi medis.

Sementara untuk layanan elektif penyakit jantung koroner yang belum dapat ditangani di Sorong, pasien tetap dapat dirujuk ke rumah sakit pusat yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, yakni RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) dan RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Dengan hadirnya layanan cathlab tersebut, masyarakat Papua Barat Daya kini memiliki akses penanganan jantung yang lebih cepat tanpa harus dirujuk keluar daerah. Dan itu penting, karena serangan jantung terkenal tidak punya hobi menunggu jadwal penerbangan atau administrasi rujukan selesai dulu. red

Exit mobile version