banner 728x250

Dua Nakes Tewas Diserang OTK di Tambrauw, Polda Papua Barat Daya Pastikan Situasi Terkendali

Press release terkait kasus pembunihan nakes di Tambrauw oleh OTK. Dok/bidhumaspbd/red
Press release terkait kasus pembunihan nakes di Tambrauw oleh OTK. Dok/bidhumaspbd/red
banner 120x600
banner 468x60

Lensapapua, Polda Papua Barat Daya memastikan situasi keamanan pasca insiden penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) yang menewaskan dua tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw dalam kondisi aman dan terkendali.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare, dalam press release di Aula Mapolda Papua Barat Daya, Rabu (18/3/2026).

banner 325x300

Menurutnya, aparat keamanan telah melakukan langkah-langkah pengamanan di wilayah tersebut, termasuk menempatkan personel di jalur strategis.

“Sebanyak 60 personel Brimob dibantu TNI telah disiagakan untuk mengamankan jalur lintas Sorong–Tambrauw,” ujarnya.

Selain pengamanan, pihak kepolisian juga terus melakukan pendalaman terhadap kasus penyerangan OTK yang terjadi. Termasuk menelusuri berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Polisi juga tengah menyelidiki adanya postingan di media sosial yang menampilkan gambar-gambar vulgar terkait kejadian tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk terhadap pihak-pihak yang menyebarkan konten di media sosial,” katanya.

Polda Papua Barat Daya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, karena aparat keamanan saat ini telah bersiaga di sepanjang jalur lintas Sorong–Tambrauw.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan tetap beraktivitas seperti biasa. Aparat keamanan terus berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Diketahui, peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusba, Kabupaten Tambrauw, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.37 WIT.

Dalam kejadian tersebut, empat tenaga kesehatan yang tengah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pratama Fef untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).

Situasi yang mendadak mencekam membuat para korban berusaha menyelamatkan diri. Namun, dua orang nakes atas nama Yeremia Lobo dan Edwin dilaporkan meninggal dunia di tempat.

Sementara dua lainnya, yakni Hamzah dan Robby, berhasil melarikan diri dan berlindung di Pos TNI Bamusbama.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan tersebut. red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses