Lensapapua Sorong – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan jaminan akses pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat Indonesia, termasuk peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Melalui program ini, peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan tanpa terkendala biaya.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Kostadia Herlina (26), yang saat ditemui tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit setelah menjalani operasi akibat radang usus buntu. Ia ditemui pada hari ketiga perawatannya di ruang rawat inap.
Kostadia menceritakan bahwa awalnya dirinya mengalami keluhan asam lambung akut dan sempat mendapatkan perawatan di puskesmas tempat ia terdaftar.
“Waktu itu saya sakit asam lambung akut dan sempat dirawat di puskesmas, saya diinfus dan diberi obat,” ujarnya.
Namun, setelah mendapatkan penanganan di puskesmas, ia justru merasakan keluhan lain berupa keram hebat di bagian perut bawah yang membuatnya tidak dapat bergerak. Melihat kondisi tersebut, petugas kesehatan di puskesmas segera melakukan pemeriksaan lanjutan dan memberikan surat rujukan agar dirinya dapat ditangani oleh dokter spesialis di rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, Kostadia langsung mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter menemukan adanya indikasi radang usus buntu. Untuk memastikan diagnosis, ia kemudian menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG). Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan pada usus, sehingga dokter menyarankan agar segera dilakukan tindakan operasi. Ia pun segera menjalani operasi dan kini tengah dalam masa pemulihan.
“Dokter bilang kalau tidak cepat ditangani, bisa berbahaya dan jadi racun dalam tubuh,” katanya.
Kostadia mengaku sangat bersyukur karena seluruh proses pelayanan berjalan dengan cepat dan baik. Ia juga tidak perlu mengeluarkan biaya selama menjalani perawatan, mulai dari pelayanan di puskesmas hingga tindakan operasi di rumah sakit, karena semuanya ditanggung oleh Program JKN.
“Saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali, dari awal di puskesmas sampai operasi di rumah sakit. Saya sangat terbantu,” ungkapnya.
Sebagai warga yang tinggal di daerah yang cukup terpencil, Kostadia merasa beruntung tetap dapat mengakses layanan kesehatan yang layak melalui Program JKN. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, kehadiran Program JKN memberikan rasa aman bagi masyarakat saat membutuhkan pelayanan kesehatan tanpa harus khawatir dengan biaya.
“Walaupun kami tinggal di daerah, kami tetap bisa mendapatkan pelayanan yang baik. Program ini sangat membantu kami masyarakat kecil,” tuturnya.
Ia pun berharap Program JKN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di wilayah terpencil, agar semua masyarakat dapat merasakan manfaat yang sama.
“Semoga program ini terus ada dan bisa membantu lebih banyak orang, supaya semua masyarakat bisa berobat tanpa takut biaya,” tutupnya. Red
