banner 728x250

Presiden Prabowo Dorong Ekonomi Inklusif di Papua Barat Daya, Perempuan Moi Jadi Garda Terdepan

banner 120x600
banner 468x60

Lensapapua, Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat pembangunan ekonomi inklusif di wilayah timur Indonesia. Salah satu buktinya terlihat dari pelaksanaan Program Bantuan Modal Usaha bagi komunitas perempuan adat Moi di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, yang digelar Sabtu (1/11/2025).

 

banner 325x300

Bantuan modal ini diberikan untuk mendukung pengembangan usaha mikro berbasis kearifan lokal — khususnya kerajinan anyaman dari rumput rawa yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama perempuan Moi. Melalui program ini, pemerintah berupaya menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

 

Tokoh perempuan Moi, Sarlota Mobalem Malagam, menyebut program tersebut sebagai langkah nyata negara dalam menghadirkan keadilan ekonomi di tanah adat. “Presiden Prabowo melihat kami bukan hanya sebagai penerima bantuan, tapi sebagai pelaku ekonomi yang berdaya. Ini penghargaan bagi perempuan adat,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, para perempuan Moi dari organisasi Kwongkek Kaban Salukh Moi (KKSM) mendapatkan pelatihan manajemen usaha, pengolahan bahan baku, hingga pemasaran produk. Pendampingan tersebut diharapkan bisa membuka akses mereka terhadap pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.

 

Instruktur pelatihan, Mama Martince Mobalen, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk membangun ekonomi perempuan berbasis komunitas. “Kami tidak hanya diajarkan cara membuat produk, tapi juga bagaimana membangun usaha secara berkelanjutan dan mandiri. Ini perubahan besar bagi kami,” katanya.

 

Program ini menunjukkan arah baru pembangunan Papua Barat Daya yang tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, melainkan pada pemberdayaan manusia dan ekonomi kreatif. Dari tangan perempuan Moi yang terampil, kini tumbuh harapan baru — bahwa kemandirian dan kesejahteraan bisa dibangun dari tanah adat sendiri, tanpa meninggalkan jati diri budaya mereka. red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses