Lensapapua, SKK Migas bersama Petrogas (Basin) Ltd. dan Petrogas (Island) Ltd. terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sorong melalui berbagai program pengembangan tenaga pengajar dan bantuan sarana belajar di wilayah sekitar operasi perusahaan.
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, SKK Migas – Petrogas (Basin) Ltd. bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua Barat menggelar Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) sektor pendidikan bertajuk Petro-Inspirasi pada 12 hingga 13 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Training Center Kasim Marine Terminal (KMT) itu diikuti sekitar 20 tenaga pengajar tingkat Sekolah Dasar dari wilayah sekitar area operasi perusahaan.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pelatihan terkait kebijakan pendidikan, kurikulum operasional satuan pendidikan, capaian pembelajaran, penyusunan tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP), hingga penyusunan modul ajar. Materi disampaikan langsung oleh tim BGTK Provinsi Papua Barat bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong.

Sementara pada hari kedua, peserta menerima materi pengembangan media pembelajaran kontekstual Papua serta praktik micro teaching guna meningkatkan kemampuan mengajar di kelas.
Selain pelatihan, Petrogas (Basin) Ltd. juga menyerahkan dukungan berupa modul pembelajaran, fasilitas pelatihan, perlengkapan pendukung kegiatan, serta sertifikat kepada seluruh peserta.
Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Nixsen Lintang, mengapresiasi konsistensi program pendidikan yang dijalankan perusahaan migas tersebut.
“Program PPM pendidikan yang dilakukan sangat memberikan dampak positif. Kami berharap para pendidik mampu mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih integratif, sistematis, dan responsif terhadap tantangan pendidikan saat ini,” ujarnya.
Salah seorang peserta pelatihan, Angganeta, guru SD Negeri 15 Maralol, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami mendapat teknik pengajaran baru yang sangat membantu proses belajar mengajar di sekolah. Pengalaman ini akan kami bagikan juga kepada rekan guru lainnya,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto, menegaskan bahwa program PPM menjadi bagian penting dari komitmen industri hulu migas dalam memberikan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat hubungan antara industri migas dan masyarakat lokal.
Field Operation Manager RH Petrogas Companies in Indonesia, Mustaman, menjelaskan program pengembangan pendidikan tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir melalui sinergi antara SKK Migas, Petrogas, pemerintah daerah, dan BGTK Papua Barat.
“Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kapasitas tenaga pengajar dan dapat diterapkan langsung dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing,” jelasnya.

Selain program pelatihan guru, SKK Migas – Petrogas (Island) Ltd. juga menjalankan Program Petrogas Rintis Masa Depan (PRIMA) sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan belajar mengajar di wilayah sekitar operasi perusahaan.
Melalui program tersebut, perusahaan menyalurkan bantuan sarana pendidikan kepada siswa kelas jauh SD Inpres 37 di Distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong, pada April 2026 lalu.
Bantuan yang diberikan meliputi mebel ruang kelas dan ruang guru, paket buku, hingga perlengkapan alat tulis sekolah. red







