Jadi Prioritas Ditengah Euforia Piala Dunia! Antara Hak dan Kebebasan Masyarakat Serta Ciptakan Situasi Kondusif. Tema Dialog Publik Yang Digelar HMI-Polda PBD

banner 120x600
banner 468x60

Kota Sorong–  Untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong gandeng Kepolisian Daerah Papua Barat Daya (Polda PBD) gelar dialog publik di Hotel Kryad Kota Sorong, Jumat (17/7/2026).

banner 325x300

 

Dialog Publik ini mengusung tema “Antara Hak dan Kebebasan Masyarakat Keamanan dan Ketertiban Harus Menjadi Prioritas di Tengah Euforia Piala Dunia” menghadirkan Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Angling Guntor,S.I.K dan Alexander Segei S.H sebagai Narasumber.

 

Kegiatan dialog publik ini dihadiri pimpinan fans timnas piala dunia tahun 2026 diantaranya, Ketua Fans Brazil Sorong Raya Ivan Rolobessy, Ketua GERMANY Fans Sorong Raya Muhammad Iksan, S.IP, Ketua AFC Muhammad Rahayamtel, Ketua Fans Spanyol Papua Barat Daya Jefri Nureroan dan Timnas lainnya.

 

Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Angling Guntor,S.I.K mengatakan, dialog publik ini dibahas mengenai tingginya antusias masyarakat Kota Sorong terhadap Piala Dunia Tahun 2026 dengan melibatkan berbagai kalangan sehingga menimbulkan Euforia di tengah masyarakat.

 

“Polda Papua Barat Daya pada prinsipnya mendukung kegiatan dan euforia masyarakat dalam gelaran Piala Dunia 2026, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lainnya serta tidak mengganggu ketertiban umum,” tegas Kombes Angling.

 

Angling berharap adanya koordinasi dari komunitas atau kelompok pendukung (fans) dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) agar pelaksanaannya lebih tertib, aman, dan mudah diawasi.

 

Lebih lanjut dikatakan Dirintel, polri telah memfasilitasi kegiatan nonton bareng di sejumlah daerah. Namun, di wilayah Papua antusias masyarakat untuk menggelar nobar juga sangat tinggi dan banyak dilakukan secara mandiri sehingga tetap memerlukan koordinasi dan pengawasan.

 

Namun demikian, euforia piala dunia 2026 perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan dampak positif maupun negatif. Salah satu potensi yang perlu mendapat perhatian adalah konvoi kendaraan usai pertandingan yang dapat mengakibatkan kemacetan lalu lintas dan mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga berpotensi menimbulkan pengaduan Kepada Pihak Kepolisian

 

Karena dalam setiap konvoi juga berpotensi ditemukan pelanggaran lalu lintas, seperti pengendara yang tidak menggunakan helm, mengemudi di bawah pengaruh minuman keras, hingga tindakan yang dapat memicu kecelakaan.

 

Selain itu, perlu diantisipasi adanya penyalahgunaan momentum dengan membawa atribut atau bendera yang tidak berkaitan dengan Piala Dunia, seperti pengibaran Bendera Bintang Kejora.

 

“Diharapkan kepada seluruh pendukung (fans) agar senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan, menjaga ketertiban umum, serta mengedepankan keselamatan dalam merayakan Euforia Piala Dunia 2026 sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun masyarakat lainnya,” ujarnya.

 

Sementara Narasumber dialog publik Alexander Sigei mengatakan, bahwa euforia Piala Dunia tahun ini terlihat sangat berbeda, karena antusias masyarakat datang dari seluruh kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

 

“Kota Sorong memiliki basis pendukung sepak bola yang cukup besar, sehingga berpotensi menimbulkan gesekan antar pendukung apabila euforia tidak disikapi dengan baik dan saling menghormati,” ungkapnya.

 

Euforia piala dunia tahun 2026 mendapat dukungan dari Polda Papua Barat Daya memberikan ruang kepada masyarakat untuk melaksanakan konvoi, namun pihak kepolisian mengimbau agar seluruh peserta tetap mengutamakan keselamatan, menjaga ketertiban, serta mematuhi peraturan lalu lintas demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (Ab/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90

Share with