Putra Prajurit dari Tambrauw Raih Medali Emas Nasional, Harumkan Nama Papua Barat Daya Lewat Riset Budaya

Lensapapua, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Papua Barat Daya. Muhammad Fathul Yassir, pelajar SMA Averos Kota Sorong sekaligus putra seorang prajurit TNI yang bertugas di Kabupaten Tambrauw, berhasil meraih medali emas dalam ajang Indonesia Student Research Competition (ISRC) 2026 tingkat nasional.

 

Keberhasilan tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang Fathul di dunia penelitian ilmiah yang telah ia tekuni sejak duduk di bangku sekolah menengah.

 

Fathul merupakan putra pertama dari empat bersaudara, anak dari Serka Yassir yang bertugas sebagai Bintara Logistik Kodim 1810/Tambrauw. Dukungan keluarga serta lingkungan sekolah menjadi fondasi utama dalam perjalanan akademiknya.

Ayah Fathul mengatakan kedisiplinan, dukungan terhadap minat anak, serta pengawasan yang konsisten menjadi prinsip yang diterapkan dalam mendidik putranya.

 

“Kami selalu memberikan dukungan kepada anak untuk mengembangkan bakat dan berinovasi, tetapi tetap dengan pengawasan orang tua agar semua berjalan ke arah yang positif,” ujarnya.

 

Sejak kelas satu SMA, Fathul aktif mengikuti berbagai kegiatan penelitian yang difasilitasi sekolah. Menurut guru pembimbingnya, ia dikenal sebagai siswa yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, tekun, dan menunjukkan minat besar di bidang riset.

Perjalanan prestasi Fathul dimulai pada tahun 2024 saat berhasil meraih medali perunggu dalam ajang National Science Fair for Indonesian Adolescents (NASFIA). Setahun kemudian, ia kembali mencatat prestasi internasional dengan mengikuti ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) di Thailand.

 

Tidak berhenti di sana, pada tahun 2026 Fathul kembali mengharumkan nama Papua Barat Daya melalui penelitian yang mengangkat aspek budaya lokal. Bersama tim pembimbingnya, ia melakukan riset terkait pelestarian budaya Suku Moi yang dinilai mulai tergerus perkembangan zaman.

 

Penelitian tersebut membawanya bersaing dengan peneliti muda dari berbagai daerah di Indonesia dalam ajang ISRC 2026 yang digelar di Bandung, Jawa Barat.

Melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat, Fathul berhasil meraih medali emas, sekaligus menjadi salah satu pelajar Papua Barat Daya yang menorehkan prestasi nasional di bidang penelitian ilmiah.

 

“Semua pencapaian ini tidak lepas dari dukungan orang tua, guru pembimbing, sekolah, dan izin Allah SWT. Saya sangat bersyukur atas semua yang telah diberikan,” kata Fathul.

 

Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga membawa nama baik Papua Barat Daya serta keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari di tingkat nasional.

Keberhasilan Muhammad Fathul Yassir menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi. Dari Tanah Papua, seorang pelajar muda berhasil menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan, kerja keras, dan ketekunan mampu membuka jalan menuju panggung nasional bahkan internasional.

 

Kisah Fathul diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani membawa nama daerah serta bangsa ke tingkat yang lebih tinggi. red

Exit mobile version