Berita  

Aimas Hotel & Convention Centre Angkat Cita Rasa Papua Lewat “A Culinary Journey From Papua”

Lensapapua, Kekayaan pangan lokal Papua tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk hadir di meja makan dengan kemasan yang menarik dan modern.

 

Semangat itulah yang diangkat Aimas Hotel & Convention Centre melalui program kuliner bertajuk “A Culinary Journey From Papua” di Linda Restaurant. Mengusung tema “A Taste of Traditional, A Story From The Land”, program ini menghadirkan sejumlah pangan khas Papua sebagai sajian yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan.

 

Tiga sajian yang menjadi bagian dari program tersebut yakni Papeda Ikan Kuah Kuning, Ulat Sagu, dan Sinole.

 

Papeda ikan kuah kuning menjadi salah satu representasi kuat kuliner Papua. Papeda berbahan dasar sagu dipadukan dengan ikan dan kuah kuning yang kaya rempah, menghadirkan cita rasa yang lekat dengan tradisi kuliner masyarakat Papua.

Ulat sagu

Sementara ulat sagu dihadirkan sebagai salah satu sumber pangan dan protein alami yang telah lama dikenal dalam kehidupan masyarakat Papua. Bahan pangan yang bagi sebagian orang mungkin terdengar unik tersebut justru menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang memiliki cerita panjang tentang hubungan masyarakat dengan alam.

 

Ada pula sinole, makanan berbahan dasar sagu dan kelapa yang memiliki cita rasa khas serta kandungan karbohidrat dan lemak. Kehadirannya memperlihatkan bagaimana sagu dapat diolah menjadi beragam pangan tradisional, bukan sekadar menjadi bahan dasar papeda.

 

Melalui sajian tersebut, Aimas Hotel & Convention Centre tidak sekadar menawarkan menu makanan, tetapi turut membawa cerita tentang Papua melalui bahan pangan yang tumbuh dan hidup dalam tradisi masyarakat setempat.

 

Konsep ini menjadi menarik karena kearifan lokal tidak berhenti pada upaya mempertahankan makanan tradisional, tetapi juga mendorong agar bahan pangan unggulan Papua memiliki ruang lebih luas di industri pariwisata dan perhotelan.

Sinole

Dengan begitu, sagu, ulat sagu, kelapa, ikan, serta berbagai kekayaan pangan lokal lainnya dapat memiliki nilai tambah ketika diolah secara kreatif tanpa kehilangan identitas asalnya.

 

Program A Culinary Journey From Papua tersedia setiap hari di Linda Restaurant dengan harga Rp100 ribu nett per orang.

 

Tidak hanya kuliner Papua, Aimas Hotel & Convention Centre juga menghadirkan rangkaian program Aimas Saturday Night selama empat pekan dengan empat pengalaman berbeda.

 

Rangkaian tersebut dimulai dengan BBQ Night pada 5 September dan 3 Oktober 2026, dilanjutkan Live Music pada 12 September dan 10 Oktober, Pool Sunset Party pada 19 September dan 17 Oktober, serta Family Night pada 26 September dan 24 Oktober 2026.

Keladi tumbuk

Untuk program Saturday Night, pengunjung dapat menikmati konsep all you can eat dengan harga Rp130 ribu nett per orang.

 

Bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana akhir pekan sekaligus menginap, Aimas Hotel & Convention Centre juga menawarkan paket “Stay 3 Night, Pay 2 Night” khusus periode Jumat, Sabtu, dan Minggu dengan harga Rp1,6 juta untuk tiga malam.

 

Paket tersebut mencakup kamar Superior, sarapan untuk dua orang, welcome drink, akses kolam renang, serta fasilitas Wi-Fi berkecepatan tinggi.

 

Menariknya, rangkaian program ini juga menjadi bagian dari momentum 5th Anniversary Aimas Hotel & Convention Centre, yang turut menghadirkan Aimas Royal Voucher dengan total hadiah utama Rp50 juta untuk lima pemenang, masing-masing mendapatkan voucher senilai Rp10 juta.

 

Voucher tersebut dapat digunakan untuk berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari menginap, makan dan minum, sewa ruang meeting atau function room, berenang, hingga fasilitas lainnya.

Berada di Jl. Baru Sorong KM 24, Klamono, Kabupaten Sorong, Aimas Hotel & Convention Centre menjadikan perayaan tersebut bukan sekadar momentum bisnis, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan Papua melalui pengalaman kuliner, budaya, dan hospitality.

 

Di tengah berkembangnya industri pariwisata Papua, langkah menghadirkan pangan tradisional ke ruang hotel menjadi sebuah cara sederhana namun bermakna untuk memperkenalkan identitas rasa Papua kepada lebih banyak orang.

 

Sebab, ketika papeda, ulat sagu, dan sinole hadir di meja makan hotel, yang disajikan bukan hanya makanan. Ada tradisi, pengetahuan leluhur, kekayaan alam, dan cerita tentang tanah Papua yang ikut dinikmati dalam setiap hidangan. red

Share with

Exit mobile version