Aksi Warga Maybrat Tuntut Penembakan Diusut Tuntas, Kapolda: Kami Akan Mengusutnya

Lensapapua, Aksi unjuk rasa masyarakat terkait insiden penembakan warga sipil yang terjadi pada 13 Agustus 2026 berlangsung aman dan kondusif di Kabupaten Maybrat, Rabu (19/8/2026).

 

Sekitar 250 warga mengikuti aksi yang diawali dari kawasan Kumurkek, kemudian bergerak menuju Pertigaan Aisyo dan dilanjutkan dengan long march menuju Kantor Bupati Maybrat.

 

Aksi tersebut mendapat pengamanan personel gabungan Polres Maybrat, Polsek Aifat, serta Yon B Sat Brimob Polda Papua Barat Daya. Sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda turut hadir mengawal jalannya penyampaian aspirasi.

 

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie S. Latuheru, S.I.K., M.Han., Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., dan Bupati Maybrat Karel Murafer, S.H., M.A., hadir bersama jajaran Forkopimda dan unsur terkait.

Dalam orasinya, massa menyampaikan tuntutan agar insiden penembakan tersebut diusut secara hukum serta persoalan yang terjadi dapat diselesaikan sesuai ketentuan hukum dan mekanisme adat.

 

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengapresiasi masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda yang telah menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menegaskan pemerintah daerah menolak segala bentuk kekerasan dan akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait.

 

Gubernur juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara profesional agar fakta dan rangkaian peristiwa dapat terungkap secara utuh.

 

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie S. Latuheru memastikan pihaknya akan mengusut perkara tersebut hingga tuntas.

“Kami akan mengusut tuntas. Namun, kami meminta ruang kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi guna memperoleh hasil penyelidikan. Kami berharap masyarakat Maybrat bersama-sama mendukung proses tersebut agar dapat berjalan dengan baik,” tegas Kapolda.

 

Kapolda menjelaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil penyelidikan akan disampaikan setelah seluruh tahapan penanganan perkara dan pendalaman fakta di lapangan dilakukan.

 

Aksi unjuk rasa kemudian berakhir dengan aman, tertib, dan lancar. Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Maybrat tetap kondusif. red

Share with

Exit mobile version