Penderita Gizi Buruk Akibat Kurang Perhatian Dari Keluarganya

Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono, S.Sos.,M.Si Dok/red
Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono, S.Sos.,M.Si Dok/red

Lensapapua – Mencermati keadaan yang menimpa penderita gizi buruk seorang anak Carmita Taa (13) ini bukan suatu penyesalan, tapi kurang adanya perhatian dari keluarganya sendiri. Faktor lain karena masih melekatnya adat istiadat serta kurang proaktifnya petugas kesehatan yang ada di lapangan, ujar Wabup Sorong Suka Hardjono, S.Sos, M.Si, Rabu (4/5).

Terkait dengan pengelolaan dana Otsus Papua dalam pelayanan kesehatan masyarakat itu sudah jelas peruntukkannya, dan yang kita harapkan bagaimana masyarakat ikut proaktif memeriksakan kesehatan sejak dini. Malah yang terjadi penyakit yang diderita anak tersebut dibiarkan begitu saja pihak keluarganya bagaimana mungkin kita bisa mengetahui kondisinya, jelasnya.

“Jangan ketika ada masalah pemerintah yang disoroti (disalahkan). Padahal Posyandu (pos pelayanan terpadu) sudah ada di tingkat RT/RW hanya bagaimana kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak ibu hamil, melahirkan hingga punya bayi itu untuk memeriksakan dirinya secara teratur sesuai anjuran dari kesehatan,” imbau Suka Hardjono.

Konsep pemahaman masyarakat yang masih tradisionil ini yang harus dirubah pola pikirnya, dan jangan setelah ada masalah muncul mulai timbul berbagai penilaian miring yang dilayangkan  ke pemerintah yang terkesan kurang manusiawi.

 “Tinggalkan tradisi-tradisi yang kurang bagus oleh kelompok masyarakat harus segera dihilangkan, dan kalau ada masalah kesehatan untuk segera laporkan ke pos pelayanan terdekat,”pintanya. (Abd/RED)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.