KOOPSAU III GELAR LATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

Lensapapua, Potensi bencana yang dimiliki oleh Indonesia sangatlah tinggi, untuk itu sebagai langkah antisipasi dan mitigasi dari kemungkinan terjadinya bencana alam, Koopsau III gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam. (27/02/2019)

Bertempat di Bandara Frans Kaisepo, Biak, Pangkoopsau III Marsda TNI Tamsil Malik, SE membuka Latihan Penanggulangan Bencana Alam tahun 2019 ini, dan diikuti oleh seluruh jajaran TNI se Biak, Polri, Basarnas, BPBD, masyarakat dan instansi terkait lainnya.

Dalam amanatnya Pangkoopsau III menegaskan bahwa latihan ini dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan dan kesiapsiagaan operasional satuan jajaran Koopsau III dalam penanggulangan bencana alam, menguji Rencana Tindakan Kontijensi (Rentinkon) dan Rencana Operasi (RO) satuan dalam perbantuan TNI kepada Pemda dalam rangka penanggulangan bencana.

“Tujuan digelarnya latihan ini adalah untuk menyinkronkan langkah dan tindakan antara Koopsau III dengan instansi yang terkait, sehingga terdapat kesamaan visi, misi, persepsi dan interprestasi tentang prosedur dan tindakan teknis dalam penanggulang bencana alam di wilayah Koopsau III,” ujarnya.

Selain itu Pangkoopsau III menjelaskan bahwa bencana alam merupakan suatu peristiwa luar biasa yang dapat berpotensi menimbulkan kerugian baik harta benda maupun jiwa, untuk itu Koopsau III menggelar latihan ini dengan harapan dapat mengedukasi masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana sehingga timbul awareness/ kesadaran dan kewaspadaan dari warga masyarakat terhadap bencana karena mengingat dampak yang timbul dari suatu bencana maka bencana ini merupakan urusan semua pihak (Everybody’s business) dan pentingnya kita semua memahami risiko dan berbagi peran dan tanggung jawab (shared responsibility) dalam penanggulangan bencana ini.

Sementara itu Mewakili Pemerintah Daerah, Sekda Kabupaten Biak Numfor Markus O Mansnembra mengatakan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana alam yang dilaksanakan oleh Koopsau III bersama seluruh stakeholder di biak ini sesuatu yang sangat positif karena diketahui bersama bahwa Biak termasuk salah satu kabupaten yang rentan terhadap bencana, dimana sejarah pernah mencatat pada tahun 1996 terjadi gempa dan juga tsunami.

“Dengan pernah terjadi bencana tersebut membuat siapapun yang berada di Biak pasti akan terus mengenang hal tersebut jadi harus mawas diri terhadap bencana alam, kami lihat apa yang dilakukan oleh pihak TNI AU khususnya Koops III ini sangat baik dari, dengan harapan bisa terus berkesinambungan untuk di lakukan lagi,” pungkas Sekda Biak Numfor.

Dalam simulasi Latihan penanggulangan bencana alam ini, diskenariokan di Biak terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat dengan magnitude 8,5 SR dan berpotensi terjadinya tsunami, korban berjatuhan di beberapa sudut Kota Biak, kesigapan serta kesiapan personel TNI beserta Polri, Basarnas, BPBD dan instansi lainnya diuji disini untuk menanggulangi bencana ini, terlebih jalur komunikasi dan transportasi terputus.

Selain itu diskenariokan juga adanya kejadian emergency landing di bandara frans kaisepo dimana Pesawat Bosnik Air mengalami trouble engine sedangkan tower rusak akibat gempa dan runway pun mengalami retak efek dari gempa, disini kesigapan crash team Bandara dibantu TNI-Polri dan stake holders lainnya kembali diuji dalam menangani kejadian accident ini, disimulasikan juga adanya evakuasi medis udara menggunakan Helikopter EC 725 Caracal TNI AU. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.