Site icon Lensapapua.com

Jumlah Penduduk Kabupaten Sorong Sesuai Data Sebanyak 124.573 Jiwa

Edi Siswanto (baju putih) saat memberikan penjelasan terkait jumlah penduduk

Lensapapua – Beradasarkan data di Ditjen Dukcapil Kemendagri, jumlah penduduk Kabupaten Sorong per 31 Desember 2022 sebanyak 124.573 jiwa.

 

Dengan jumlah laki-laki 63.103 jiwa, dan jumlah perempuan 59.466 jiwa. Sementara wajib KTP kita 89.450 jiwa, jelas Kadisdukcapil Kabupaten Sorong Edi Purwanto, saat coffee morning bersama Forkopimda, Danpasmar 3 bersama pimpinan OPD teknis terkait, berlangsung Jumat (10/3-2023) di Aimas.

 

Terkait dengan jumlah penduduk yang ada di Distrik Moraid, perbatasan antara Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw, kita akan kembali ke Peraturan Presiden RI Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

 

“Intinya Disdukcapil tidak serta merta memindahkan begitu saja. Tapi semuanya, merujuk pada aturan dengan menggunakan formulir F013. Dimana, jumlah penduduk sendiri yang mengajukan permohonan, dengan data itu sajalah yang bisa kita memindahkan status kependudukannya” beber Edi.

Saat gelar Coffeemorning bersama Forkopimda Kabupaten Sorong

Kami Disdukcapil sebagai instansi teknis, kata Edi, tugas kami adalah pelaporan dan pencatatan. Setelah pengajuan dari penduduk tersebut, baru kami buatkan laporan.

 

Edi mencontohkan, kalau seandainya penduduk kita ada kematian apabila tidak segera dilaporkan, maka secara administrasi kependudukan tidak dapat diproses pencatatan.

 

Banyak juga warga kita yang meninggal, tapi dari pihak keluarga tidak datang ke Disdukcapil untuk melaporkan hal itu. Sehingga atas dasar laporan itu, sambung Edi, maka kita akan terbitkan akte kematian.

 

Terkait dengan penduduk di Distrik Mega, beberapa hari kemarin warga di sana juga membuat surat pindah penduduk ke Distrik Saengkeduk dan Distrik Klasof.

 

Jadi, mereka sendiri yang mengisi formuliar F013 untuk mendapatkan data pemilih. Dan, itu juga telah kami laksanakan, sesuai mekanis yang berlaku.

Untuk Distrik Sorong memang kami sudah koordinasikan dengan Kadistriknya (camat), beliau sendiri belum bisa masuk ke situ. Karena ada penduduknya secara administrasi pemerintahan ada di Kabupaten Sorong, tapi mereka juga masih ber-KTP Kota Sorong.

 

“Sebaiknya di antara kedua pemerintah, baik itu Pemkab Sorong dan Kota Sorong, KPU, Disdukcapil mari kita duduk bersama untuk disosialisasikan sama-sama,” imbau Edi.

 

Dengan adanya sosialisasi nanti, diharapkan masyarakat bisa mengetahui secara pasti untuk proses kependudukannya biar jelas statusnya.

 

Ia menambahkan, sementara ini jumlah perekaman di Kabupaten Sorong sekitar 17 ribu orang. Kami juga akan sisirkan siswa usia 16 tahun pelajar tingkat SLTA, sehingga pada 2024 nanti mereka sudah berusia 17 tahun, dan 17 tahun ke atas juga kami lakukan hal yang sama.

 

jumlah perekaman di Kabupaten Sorong sekitar 17 ribu orang. Kami juga akan sisirkan siswa usia 16 tahun pelajar tingkat SLTA, sehingga pada 2024 nanti mereka sudah berusia 17 tahun, dan 17 tahun ke atas juga kami lakukan hal yang sama.

 

“Sekarang yang menjadi permasalahan dengan adanya pengalihan dari Papua Barat ke Papua Barat Daya ini, masyarakat juga berbondong-bondong ke Disdukcapil. Alhamdulillah, semuanya karena ada kerja sama untuk mencegah penumpukkan, dengan distrik tugas itu kita bisa membagi tanggung jawab pada distrik yang terdekat,” akunya.

 

Untuk sisa blangko E-KTP sampai sekarang ini sekitar 2.000-an keping. Dengan jumlah penduduk atau wajib KTP sekitar 89.450 itu kita layani dulu warga yang belum memiliki KTP, tambahnya. (rim/red)

Exit mobile version