Eksistensi Universitas Nani Bili Nusantara Kabupaten Sorong Untuk Bangun Peradaban SDM

Dr.Drs.Stepanus Malak, M,Si.

Lensapapua – Eksistensi dari Universitas Nani Bili Nusantara Kabupaten Sorong yang memiliki 10 program studi,  “semata-mata untuk membangun peradaban sumber daya manusia”,  bukan untuk mencari profit atau keuntungan, kata Bupati Sorong Dr.Drs.Stepanus Malak, M,Si. Senin (16/3)

Nani bili (dialek Moi) suku setempat, yang artinya mari membangun, kata Bupati Sorong, itu kan untuk membangun semua peradaban manusia, tidak ada kelompok etnis tertentu, yang kita jalankan misi kemanusiaan.

Tapi pengertian nusantara itu adalah semua elemen masyarakat yang ada di negeri ini mempunyai kesempatan atau peluang yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak dalam memperbaiki jatidiri atau strata sosial dari masyarakat itu sendiri.

Bupati Malak, mencontohkan, seperti Universitas Victory Kota Sorong yang awal dirintisnya dengan bersusah payah, masih dengan pendidikan akademi. Kemudian dinaikkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Bahkan sarana dan prasarana masih serba terbatas pada awalnya.

“Jadi,  tujuan yayasan perguruan pada Universitas Nani Bili Nusantara,  yang sebenarnya untuk mendidik orang sebagai unsur pengabdian, dan bukan semata-mata hanya mau mencari profit semata,” tegas Bupati.

Ia mengakui untuk pendirian perguruan tinggi yang baru ini saja memerlukan waktu yang cukup panjang. Kita bekerja harus disertai dengan perjuangan. Hal ini yang kita lihat banyak orang Papua yang tidak memiliki fasilitas menjadi beban moral.

Sebagai bentuk pengabdian bagaimana bisa membangun peradaban bangsa, yang salah satunya melalui membangun di bidang SDM. “Untuk proses menuju suatu perubahan bukanlah hal yang gampang, bahkan saja untuk mendirikan Universitas Nani Bili Nusantara ini saja melalui suatu proses yang cukup panjang sejak tahun 2011, dan tahun 2014 baru dikeluarkan SK-nya,” jelas Bupati Malak.

Awalnya memang saya mendirikan universitas ini meminta kepada Sinode untuk membuat yayasan, tapi niat baik itu tidak diterima.Akhirnya, saya harus upayakan agar bagaimana upaya ini dengan tujuan untuk menolong orang.

Ya mungkin saja suatu saat kelak jika saya sudah meninggal dunia, tetapi lembaga pendidikan di universitas ini sudah berapa banyak output sarjana. jadi keberadaan lembaga pendidikan bukan untuk mencari kekayaan, tapi membangun orang-orang yang bisa menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, demi masa depan mereka, tambahnya. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.