Lensapapua – Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Pemkab Sorong tahun anggaran 2015, yang patut diketahui bahwa di dalam penyerahan DPA tersebut, akan disertai dengan berbagai aturan yang mengikat, ujar Bupati Sorong melalui Wakil Bupati Suka Hardjono, S.Sos, M.Si di aula Bappeda Aimas, Senin (26/1).
Pelaksanaan penganggaran yang kita laksanakan di tahun 2015 ini, ujar Wabup Sorong, dengan harapan dapat berjalan sesuai dengan tujuan anggaran yang diproses cukup panjang, sesuai dengan tupoksi dari setiap SKPD yang ada, harapnya.
Menurutnya, rancangan ini cukup panjang dimana pada bulan-bulan Desember 2014 lalu, yang mana dari setiap pimpinan SKPD maupun PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam membuat perencanaan dalam setiap kegiatannya, dengan harapan sesuai kepentingan dari masing-masing SKPD.
Hal ini tentu harus melalui proses yang harus kita lalui, tetapi dalam implementasi pelaksanaan pasti ada perubahan-perubahan dengan berbagai rencana yang sudah terencana. “Tapi bagaimana dana (anggaran) yang tersedia atau melalui plafon yang ada jelas terukur,” bebernya.
Mudah-mudahan apa yang diharapkan tahun ini dari berbagai kekurangan SKPD yang ada perlu kami sampaikan. Di samping itu juga ada kebijakan-kebijakan Bupati Sorong yang harus kita lakukan terutama berbagai program yang berkesinambungan dari tahun ke tahun agar proses dari pembangunan ini bisa berjalan sesuai dengan harapan dari masyarakat yang ada.
Saya selaku wakil bupati tidak bisa berbisa berbicara banyak mengenai kebijakan, akan tetapi kami berbicara sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai wakil kepala daerah. Jadi, seperti apa yang telah disampaikan Kepala BPKAD tadi untuk tahun 2015 pengelolaan anggaran berbasis akrual menjadi tantangan bagi saudara-saudara sekalian, tuturnya.
Seperti kita ketahui bersama, bahwa di awal tahun 2014 kemarin, para bendara, PPK mengikuti pelatihan, bahkan dilanjutkan lagi mengikuti pelatihan di DI Yogya dari instruktur BPK Pusat. Hal ini bisa disimpulkan bahwa segala pelatihan yang sudah diikuti itu semuanya sudah dapat memahami mengenai pertanggungjawabannya seperti apa, baik sebagai pengguna anggaran yang ada agar bagaimana bisa menguasai anggaran yang berbasis akrual.
Bimtek pengelolaan anggaran sangat penting, bagaimana bisa mensinkronisasikan dan dalam pengelolaan anggaran tidak ada istilah semau gue. Artinya ada balancing anggaran dengan pengguna anggaran. Dengan demikian, apa yang menjadi harapan besar kami harus bisa mensinkronisasi dan taat sesuai rambu-rambu yang ada, ingatnya. (rim/Red)