Lomba Qosidah Sebagai Ajang Merajuk Tali Silaturahim

IMG_6444

Lensapapua – Qosidah merupakan seni Islam dan buka saja seni religius, tapi merupakan daqwah Islamiyah. Fesival qosidah dan samrah ini sebagai ajang untuk merajuk tali silaturahim umat beragama khususnya yang ada di Kabupaten Sorong, dan uquah Islamiyah, ujar Ketua Gabungan Majelis Taqlim Indonesia kabupaten Sorong, Lumbayan, Sabtu (23/5).

 Selain itu, mempunyai peran penting dalam rangka menghasilkan karya seni dan samrah terutama mewujudkan regenerasi meningkat motivasi serta membangkitkan kreativitas akan seni qosidah dan samrah.

 Sehubungan dengan hal itu atas nama pengurus dan anggota Majelis Taqlim Indonesia Kabupaten Sorong menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sorong bersama jajarannya yang tsenanelah mendukung perlombaan festival ini.

 Ia juga membeberkan apa itu gabungan majelis taqlim, dimana lembaga ini berdiri sejak tahun 2009, yang saat ini sudah memasuki tahun keenam, dimana merupakan suatu organisasi kecil, namun mengikuti peraturan pemerintah.

 “Artinya, kegiatan apapun dari organisasi ini dilaporkan ke Kesbangpol. Setelah selesai lima tahun masa kerjanya dilaporkan lagi hingga ke Bupati Sorong. Bahkan bupati sempat menanyakan kepada saya, sebenarya yang gabung di majelis taqlim ini organisasi apa saja, dan saya katakan, yakni organisasi Islam Muhammadiyah dan Nakdlatul Ulama,” akuinya.

 “Dan bupati jelaskan, bahwa organisasi Islam yang ada di Kabupaten Sorong bukan saja NU dan Muhammadiyah, tapi ada Alisah, Hidayatullah, kenapa tidak digabungkan atau dipisah-pisah, tanya bupati ke saya,” jelas Lumbayan.

 Lalu saya menjawab ini berat rasanya. Tapi bupati bilang berat apanya kan ini suatu perintah. Dari situ saya sadar, bahwa Islam itu pertama-tama taat kepada Allah,  taat kepada Rasulullah dan berikutnya taat kepada pemerintah, tuturnya.

 Dengan ketaatan itulah saya iyakan, dan insya Allah, kalau memang kita punya tujuan baik maka Allah akan mengabulkan. Alhamdulillah, dalam satu bulan telah kita kukuhkan pengurus majels taqlim pda 7 distrik.

 Mengingat organisasi majelis taqlim boleh dikatakan kecil, tapi di saat Tim Penggerak  PKK dan Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sorong laksanakan berbagai kegiatan di tingkat distrik, maka pada saat yang bersamaan kita bisa ikutkan di dalamnya untuk mengukuhkan pengurus di distrik, ujar Lumbayan.

 Jadi tinggal beberapa distrik yang jauh serta Distrik Mariat belum kita kukuhkan pengurusnya, dan mudah-mudahan jika difasilitasi pemda setempat maka semuanya akan lancar-lancar saja.

 Menurutnya, sosok seorang Bupati Sorong memiliki wawasan luas dan figur pekerja keras dalam melaksanakan berbagai pembangunan di daerah ini, dimana masa jabatannya bupati hanya tinggal dua tahun lagi.

 “Nah, bagaimana menurut hadirin kita naikkan satu tingkat jabatannya, yakni sebagai bakal calon Gubernur Papua Barat, dan disambut setuju oleh para hadirin,” tutupnya. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.