Kunjungan Sri Sultan Berikan Motivasi Dan Pengalaman Berharga

IMG_1503

Lensapapua– Gubernur Daerah Istimewa Jogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X, bersama rombongan berkunjung ke Kabupaten Sorong dalam rangka menghadiri perayaan HUT ke-34 transmigran asal Jogya yang ada di Kabupaten Sorong sekaligus untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Sorong dalam bidang pendidikan, pertanian, ketenagakerjaan dan seni budaya. Kamis (27/11).

Dalam penyampaian nya, Sri Sultan menjelaskan bahwa Ia berharap agar dalam sektor pendidikan  dan lainnya yang sudah disepakati bisa membantu masyarakat dan juga bisa membantu daerah Kabupaten Sorong untuk bagaimana dalam perencanaan maupun dalam hal lainnya bisa lebih berpotensi dan memiliki produktivitas kedepan, katanya.

Dibeberkannya, seperti kemarin yang dilakukannya pada masyarakat petani, dengan memberikan bibit unggul Tomat, Cabai, Padi maupun bibit-bibit unggul lainnya, siapa tau kalau ditanam disini (Sorong-red) bisa lebih meningkatkan produktivitas dari yang selama ini sudah ada disini, hal ini juga bisa meningkatkan pendapatan dari pada masyarakat itu sendiri, jelas Sri Sultan.

Ketika insan Pers menanyakan kelayakan daerah Kabupaten Sorong sebagai daerah pertanian, Sri Sultan menjawab, bahwa bukan persoalan layak atau tidak layak, yang jelas antar daerah memiliki peluang untuk saling membantu, tumbuh bersama sebagai anak bangsa, kata Sri Sultan.

Kemudian menyangkut kebijakan yang diberikan Sri Sultan kepada anak-anak putra Papua yang sedang menempuh pendidikan di DIY, tapi melakukan hal-hal yang kurang baik dalam hal ini (Mabuk minuman keras-red) dan bisa hingga tertidur ditrotoar jalan raya, Sri Sultan menjawab bahwa, jika anak-anak Papua yang kost ditempat warga masyarakat Jawa yang tidak mengkonsumsi minuman keras, maka anak-anak Papua tersebut bisa juga mengikuti cara hidup masyarakat Jogya, jelasnya.

Tetapi jika anak-anak tersebut diasramakan karena sesama etnik, jika satu orang mengkonsumsi minuman keras, maka tidak menutup kemungkinan yang lainnya juga akan mengikuti cara yang demikian, imbuhnya.

Oleh karena itu Sri Sultan berharap, jika anak-anak tersebut merasa mampu untuk tinggal dikost, maka akan lebih baik tinggal dikost saja, karena jika anak-anak yang sedang menempuh masa pendidikan sebagai generasi penerus bangsa maka tidak akan ada motivasi untuk kerja keras dan belajar yang lebih baik, katanya.

Sri Sultan mengakui, meskipun secara langsung dirinya tidak memberikan pembinaan, tetapi dengan sistim anak-anak tersebut tinggal dikos-kosan sudah termasuk dalam satu  pembinaan yang secara tidak langsung dilakukan oleh masyarakat disekelilingnya, terbukti setelah anak-anak tersebut tinggal dikos ternyata bisa berubah dan tidak lagi mengkonsumsi minuman keras, bebernya.

Diakhir penyampaiannya Sri Sultan mengakui bahwa dirinya sangat terkesan dengan respon positif dari seluruh warga masyarakat Kabupaten Sorong atas kehadiran nya beserta rombongan, juga masyarakat pendatang yang bisa membaur menyesuaikan diri dengan situasi dimana mereka berada, termasuk warga transmigran yang penuh suka duka pada awalnya, namun tetap bertahan dan tidak pulang, berarti dari awal warga transmigran ini memiliki motivasi yang tinggi untuk Survive didaerah yang baru.

Dengan demikian saat ini sudah bertumbuh dan hal ini dapat memberikan sebuah nilai kepada Kabupaten Sorong, karena warga transmigran tersebut telah dapat memberikan kontribusi dalam prosesi pembangunan, tidak hanya melalui fisik tetapi kebutuhan hidup masyarakat juga bisa terpenuhi, termasuk dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang sudah semakin bertumbuh, sehingga yang tadinya warga trans masih sedikit tetapi dengan bergabung dengan  masyarakat lokal bisa terjadi dialog, transformasi dan akulturasi budaya, inilah cara terbentuknya satu bangsa, pungkas Sri Sultan. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.