Hari Bhakti TNI AU, Jajaran Angkatan Udara di Biak Lakukan Upacara Ziarah di TMP Cendrawasih

Lensapapua, Biak – Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara III Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga, M. M., bertindak sebagai Inspektur upacara Ziarah Bersama Jajaran TNI Angkatan Udara yang ada Biak di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih Biak, Selasa (28/7/2020).

Pangkoopsau III memimpin acara tabur bunga, didampingi oleh Kas Koopsau III Marsma TNI Erwin Buwana Utama, Danlanud Manuhua Marsma TNI Daan Sulfi, S. Sos., Pangkosekhanudnas IV Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak, diikuti oleh para pejabat dari Koopsau III, Lanud Manuhua, Kosekhanudnas IV, dan Yonko Paskhas 468.

Acara tabur bunga juga diikuti oleh Ketua PIA Ardhya Garini Daerah III Ny. Novyan Samyoga, Wakil Ketua PIA Daerah III Ny. Erwin Buwana Utama, beserta pengurus, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 2 Daerah III Ny. Siska Dewi Daan Sulfi beserta pengurus, Ketua IKKT Pragati Wira Anggini Cabang 06 Kosekhanudnas IV Ny. Deni Hasoloan Simanjuntak beserta pengurus.

Rombongan ziarah mengawali tabur bunga di pusara Letkol (Anumerta) Marlon Ardiles Kawer yang terletak di bagian kanan di dalam TMP Cendrawasih. Almarhum gugur dalam tugas penerbangan di Wamena.
Semasa hidup Almarhum telah melaksanakan berbagai tugas operasi kemanusiaan dalam menanggulangi bencana alam di Aceh, Padang, dan Nias.

Menurut Ketua Panitia peringatan ke-73 Hari Bakti TNI Angkatan Udara di Biak mengatakan, “Salah satu kegiatan dalam rangka Hari Bakti adalah melaksanakan Ziarah Rombongan. Selain makam Julianus Tarumaselly, di TMP ini juga dimakamkan Letkol (Anumerta) Marlon Ardiles Kawer, yang gugur pada 18 Desember 2016. Diharapkan kepada prajurit agar dapat mengambil suri tauladan, sebagai semangat untuk melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kolonel Yani.

Ziarah dan tabur bunga juga dilakukan di makam Frans Kaisiepo, yang terletak di seberang jalan tidak jauh dari TMP Cendrawasih. Makam pejuang integrasi ini tersendiri tidak berada di dalam TMP Cendrawasih, atas permintaan keluarga. Almarhum menorehkan tinta emas dalam perjuangan integrasi Irian Barat kepada NKRI dari tahun 1962 sampai pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969.

Secara terpisah ziarah juga dilakukan oleh personel Lanud Manuhua yang bertugas di Detasemen TNI AU Sorong di makam Mayor (Anumerta) Lambertus Manuhua di TMP Kesatria Jaya Sakti Sorong pada beberapa hari yang lalu. Almarhum gugur sebagai “Kesuma Bangsa” dalam mengahadapi pasukan Belanda dengan sandi “Operasi Serigala” tahun 1962.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.