Dinas Kesehatan Bekerjasama Dengan Petrogas Cegah Stunting Dikabupaten Sorong

Lensapapua–   Untuk mencengah dan menangani Stunting (Pertumbuhan Kerdil bagi anak anak-red ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong bekerjasama dengan perusahaan PT. Petrogas (Basin) Ltd, selenggarakan  Pencanangan ” Program Sisagu ” ( Sayang Ibu Sayang Anak Gisi Utama Dalam Keluarga) dalam rangka penurunan Stunting dikabupaten Sorong tahun 2019. Diselenggarakan dikota baru Alun-alun Aimas. Jumat ( 13/9)

 

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Nikodemus Ulim. SKM.,  mengatakan Melalui Program Sisagu, Pemkab Sorong berkomitmen bersama lintas program dan lintas sektoral dalam mendukung program penanggulangan Stunting dan Bumil ( Ibu hamil) yang pengerdilan pertumbuhannya disebabkan oleh faktor multi-dimensi. dan tidak hanya berdasarkan faktor gizi yang dikeluarkan oleh hamil saja.

 

Lanjut Nikodemus, Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi pervalensi stunting harus dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita stunting dapat dipahami sebagai beberapa faktor yang menjadi penyebab.

 

Seperti praktek pengasuh yang kurang baik, sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan.

 

Beberapa fakta dan informasi yang menunjukkan 60% dari anak usia 0-6 bulan tidak .mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif.

 

2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak menerima makanan Pendamping Air Susu lbu (MP- ASI) MP-ASI diberikan / mulai diperkenalkan kompilasi balita terbatas (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan) Pasca Perawatan Natal pembelajaran dini yang berkualitas.

 

Kemenkes dan Bank Dunia menyatakan  semakin tinggi anak di Posyandu semakin menurun dari 79% di 2007 menjadi 64% di 2013 dan anak belum mendapatkan lebih dari 6 bulan.

 

Masih Peduli layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal dan Informasi yang dikumpulkan dari publikasi akses yang memenuhi syarat untuk layanan imunisasi.

 

Fakta lain adalah 2 dari 3 ibu hamil belum menghabiskan sumplemen zat besi yang memadai serta masih terbatasnya akses ke layanan pembelajaran dini yang berkualitas (baru 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun belum terdaftar di layanan PAUD / Pendidikan Anak Usia Dini).

 

Masih kekurangan akses rumah tangga / makanan bergizi. Hal ini karena harga makanan bergizi di Indonesia masih tergolong mahal.

 

Menurut beberapa sumber (RISKESDAS) 2013, SDKI 2012, SUSENAS), Data Kasus Balita Pengerdilan TB / U, TB / PB di Kabupaten Sorong berdasarkan hasil surveilans gizi di Posyandu Pada Tahun 2019 adalah 421 kasus (5%) Balita Gizi Buruk berdasarkan BB / U 109 kasus (1,3%) ibu hamil yang mederita Kekurangan Energi Kronis (KEK) 248 lbu Hamil (3%).

 

Data Tersebut di atas masih jauh lebih rendah dari angka Provinsi dan Nasional, namun tetap harus di waspadai karena akan terus-menerus memperbaiki kita yang mencegah dan menanggulangi. Kata Nikodemus Ulim. Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.