BI Perwakilan Papua Barat Gelar Sosialisasi Uang Rupiah Cetakan Baru Tahun Emisi 2016

Sosialisasi uang rupiah cetakan baru thn 2016
Sosialisasi uang rupiah cetakan baru thn 2016

Lensapapua–  Bank Indonesia Kantor Perwakilan Papua Barat melakukan sosialisasi uang rupiah tahun emisi 2016 kepada sejumlah elemen masyarakat, yang dilaksanakan Rabu (1/2/2017) bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Sorong.

Pelaksanaan sosialsiasi dilakukan agar masyarakat mengetahui mengenai uang cetakan baru tersebut, sehingga semakin menghargai rupiah.

Dijelaskan Kasir I Bank Indonesia Kantor Perwakilan Papua Barat, Adianto Wisma Adi, Bank Indonesia secara nasional melakukan gerakan sosialisasi penggunaan uang rupiah baru tahun emisi 2016 secara bertahap keseluruh lapisan masyarakat, dan untuk kantor perwakilan BI di Papua Barat sosialisasi dilakukan bertahap.

Yang pertama dikalangan perbankan, dan kemudian disusul sosialisasi kepada masyarakat secara terbatas khususnya bagi pegawai dilingkungan pemerintahan.

Sementara untuk distribusi pecahan uang rupiah baru tahun emisi tahun 2016 belum dilakukan menyeluruh, karena pencetakan uang rupiah baru juga belum dilakukan menyeluruh, sehingga untuk uang rupiah baru masih didistribusikan dikantor cabang bank di Sorong.

“Kami lakukan sosialisasi secara bertahap didaerah-daerah di Papua Barat, dan untuk pendistribusian uang pecahan baru remisi 2016 tersebut akan dilakukan belum dapat dilakukan karena masih sangat terbatas” jelas Adianto saat ditemui di Sorong.

sementara, Staf Ahli Bupati sorong bidang ekonomi dan keuangan setda Kabupaten Sorong, Marcus Ruddu.SH.MH., menyambut baik sosialisasi uang rupiah pecahan baru tahun 2016 tersebut, mengingat jika tidak disosialisasikan segera, akan menimbulkan keraguan bagi masyarakat dalam menggunakan uang rupiah saat melakukan transaksi.

“Kami sambut baik ya sosialisasi ini, karena kami melihat penggunaan uang rupiah pecahan baru tersebut jika tidak disosialisasikan maka akan menimbulkan keraguan ditengah masyarakat, apalagi jika uang tersebut disalah gunakan, seperti dipalsukan atau digunakan untuk membodohi masyarakat” kata Marcus Ruddu.

Berbagai pengaman digunakan dalam uang emisi baru di antaranya dengan mencetak Rectoverso. Teknik ini telah digunakan oleh BI sejak 1993.

Kemudian pada tahun 2000 menggunakan logo BI, Selain itu digunakan pula pengaman lainnya, yaitu Colour Shiffing dan multi colour latent image, sehingga menyulitkan bagi yang ingin memalsukannya. (yud/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.