Bupati Sorong Resmikan 23 Unit Rumah Dinas Dokter Yang Bertugas di RS. JP. Wanane

Lensapapua–  Bupati Sorong DR. Johny Kamuru, SH. M.Si., meresmikan 23 unit rumah dinas dokter yang bertugas di Badan Layanan Umum (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. JP Wanane Kabupaten Sorong sebagai tanda resmi diserahkan untuk difungsikan.

 

Hal ini ditandai dengan pengguntingan pita disertai penyerahan berita acara dari Bupati Johny Kamuru kepada para dokter, yang akan menempati rumah dinas tersebut, berlangsung, Kamis (17/6/2021) di kilometer 22,5 Aimas.

Direktur RSUD JP Wanane, Hendrik Mansa mengatakan,  dengan adanya fasilitas ini untuk mendukung sumber daya manusia kesehatan, serta sekaligus agar operasional RSUD ini dapat menjadi mandiri. Sekaligus akan memberi dukungan penuh terhadap sumber Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sorong,  jelasnya.

 

Hari ini saya atas nama jajaran RSUD JP Wanane beserta seluruh pegawai yang ada, khususnya para dokter ahli berterima kasih kepada Bupati Sorong, dan Kepala Dinas Perumahan yang akan berkenan diserahkan kepada para dokter bertugas di RSUD ini.

 

Hal ini akan menunjang pelayanan yang akan diberikan dokter maupun turut menunjang proses pendidikan di RSUD ini, dimana secara resmi  untuk menjadi Rumah Sakit Utama Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Papua.

 

Selanjutnya, ke – 23 rumah dinas yang akan kami terima ini, dengan rincian 10 rumah akan digunakan dokter spesialis,  tiga rumah untuk dokter umum,  dua rumah untuk dokter interesif, yaitu dokter-dokter yang akan dididik sebelum terjun ke masyarakat, katanya.

 

Selain itu, satu rumah untuk dokter jaga rawat inap, dua rumah  untuk dokter tamu.  Artinya, kalau misalnya ada kasus-kasus  tertentu yang tidak bisa kita tangani,  sehingga bisa kita undang mereka punya tempat untuk nginap, serta dua rumah bagi  dokter pria dan wanita, yang saat ini lagi menimba ilmu di RSUD Kabupaten Sorong.

 

Ada dua rumah lagi diperuntukkan tempat singgah bagi  perawat pria dan wanita, yang mungkin saat bertugas tidak bisa pulang karena kemalaman atau bagi mereka yang menangani kasus-kasus tertentu di RSUD ini.

 

Untuk itu, izinkan saya memohon kepada  bupati untuk meresmikan ruang TB dan DOTS serta rumah rawat inap HIV, yang telah dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 7,857 juta.

 

Ruang Gedung  TB  DOTS dan HIV seluas 953 meter per segi. Begitu pula,  untuk ruang inap HIV, karena saat ini  dalam masa pandemi COVID-19, kami akan alihkan fungsi menjadi ruang isolasi perawatan pasien Covid-19.

 

“Pertimbangan, sementara ini ruang perawatan pasien COVID-19 berada di depan bersama para pengunjung, sehingga sangat baik  kalau khusus isolasi kita mundurkan di bagian belakang rumah sakit ini,” tuturnya. (rim/red)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.