Dengan Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk, Pemkab Sorong Masih Kekurangan ASN

Lensapapua –  Luas wilayah Kabupaten Sorong mencapai 13.603,462 kilometer per segi, yang terdiri dari daratan seluas 845,71 kilometer per segi, dan lautan seluas 514,65 kilometer per segi, yang terbagi dalam 33 distrik dengan 250 kampung dan 26 kelurahan.

 

Sementara jumlah kampung (desa) yang menerima dana desa, yang dialokasikan melalui APBN sekitar 226 kampung. Sedangkan selebihnya itu masih dalam tahap persiapan.

 

Demikian pemaparan wakil Bupati Sorong Suko Harjono. S.Sos.M.Si., dihadapan Dr. Ir  Bima Haria Wibisana. M.SIS.,kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN)

Lanjut dijabarkan Suko, untuk jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN)  di Kabupaten Sorong adalah sebanyak 3.846 orang. Dengan memperhatikan jumlah  penduduk dan luas wilayah yang ada di daerah ini, kami masih kekurangan ASN.

 

Dimana ada ASN yang pindah tugas, dan ada pula yang meninggal maupun telah purna bhakti (pensiun). Sehingga dengan adanya permasalahan ini tolong pak Kepala BKN memperhatikan hal itu.

 

Karena sudah sekian tahun tidak pernah ada formasi penerimaan CPNS, jelas Wabup Suka Harjono.

 

Hal itu, disampaikan Wakil Bupati Sorong, saat Penyerahan Award Kategori I Bidang Perencanaan Kebutuhan, Pelayanan Pengadaan Kepangkatan dan Pensiun kepada Pemkab Sorong dan Bimbingan Teknis Aparatur Sipil Negara, yang berlangsung di aula Inspektorat Kabupaten Sorong di kilometer 24 Aimas, Selasa (16/3-2021).

 

”Lanjutnya, apa yang disampaikan tadi bukan keinginan, tapi kita terus memperhatikan masalah kebutuhan, sesuai dengan OPD yang ada,” ucap Wabup Sorong.

 

Bagaimanapun saya sedikit tahu,  karena saya juga pernah dari ASN, dimana pernah mengabdi di tingkat distrik (kecamatan) hingga ke jenjang pimpinan di salah satu OPD sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Sorong.

“Kami juga sangat selektif sesuai dengan kebutuhan dari setiap OPD yang ada masih terjadi kekurangan,  baik tenaga pendidik, tenaga medis maupun tenaga di bidang  teknik (IT) kami pun sangat berkekurangan,” tandasnya.

 

Mudah-mudahan, kalau ada formasi di tahun 2021 ini bisa menjawab berbagai kekurangan ASN, dan kami tetap mengikuti berbagai ketentuan yang berlaku. Seperti yang diterapkan melalui Aplikasi CAT (Computer Asssited Test).

 

Tentu hal ini  akan membantu bupati dan Sekda sebagai motor penggerak  daripada birokrasi yang ada di Kabupaten Sorong, tambahnya. (Rim/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.