YP. Moso: Pembangunan Keagamaan Merupakan Bagian Penting Bagi Pemerintah

Pj. Bupati Sorong Yan Piet Moso saat menerima proposal dari ketua panitia pembangunan.

Lensapapua –  Negara NKRI hadir sebagai negara yang berdaulat, tidak terlepas dari peran penting para Kyai dan Ulama, jadi sesuai komitmen pemerintah, pemerintah dan agama adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan.

 

Oleh sebab itu pembangunan keagamaan di Indonesia khususnya di kabupaten Sorong menjadi bagian penting bagi pemerintah, para tokoh agama dan lembaga keagamaan merupakan mitra pemerintah, ujar Pj. Bupati Sorong Yan Piet Moso. S.Sos. MM, saat menyampaikan sambutan pada acara Tasyukuran dan peresmian gedung Madin Al Muttaqin didistrik Malawele Aimas Kabupaten Sorong, Sabtu (03-12/22)

Lanjut dikatakan Moso, pembangunan gedung ini membutuhkan waktu 5 tahun lamanya, dengan pembiayaan murni dari swadaya masyarakat setempat, satu hal yang patut disyukuri, tetapi pemerintah tidak menutup mata, pemerintah tetap ada dan hadir untuk memberikan bantuan bagi organisasi organisasi keagamaan yang ada.

 

Apalagi dengan hadirnya provinsi Papua Barat Daya, kita harapkan kedepan, siapapun pemimpinnya, kiranya dapat memberikan perhatian yang lebih, bahkan pemerintah Papua Barat turut memberi perhatian dan mendukung seluruh kegiatan kegiatan keagamaan yang ada didaerah ini. Ujar Moso

Oleh sebab itu, kita semua yang ada Ditanah Papua ini, mari kita saling menjaga menghargai agama yang kita anut masing masing, karena agama yang kita yakini saat ini adalah agama keluarga.

 

Olehnya sebab itu, pemerintah berharap gedung tempat belajar bagi anak anak santri ini bisa menjadi laboratorium pembinaan dan dimanfaatkan dengan baik, membina, mengajarkan hal hal yang baik dan positif serta dapat menjadikan generasi generasi yang cerdas dan memiliki akhlak dan moral yang baik.

Prosesi pengguntingan pita oleh Pj. Bupati Sorong

Sehingga generasi muda/Satri santri ini bisa menjadi anak anak bansa Indonesia yang juga ikut bertanggungjawab terhadap bangsa dan negara kita ini.

 

Jangan mengajarkan ideologi yang bertentangan dengan agama dan juga kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena generasi muda saat ini lah yang menjadi pewaris dan pemimpin masa depan yang akan menggantikan kita kedepan.  Pinta Moso.

 

Diakhir sambutannya Moso berharap, kepada pengurus MUI, Muhammadiyah dan NU yang ada didaerah ini, untuk membuang rasa perbedaan, rasa sentimen harus dihindari, dijauhkan, sehingga kehadiran ormas (Organisasi Masyarakat) yang ada didaerah ini bisa lebih baik lagi.

 

Mari kita saling bergandengan tangan,  bersilaturahmi satu Sama lainnya serta bersatu untuk membangun Papua Barat khususnya Kabupaten Sorong kearah yang lebih baik dan lebih maju kedepan . Pungkas Mosso.  Red

 

 

Exit mobile version