Pj. Gubernur PBD: Masing Masing Pemeluk Agama Harus Hidup Rukun dan Damai

Pj. Gubernur PBD didampingi Pj. Bupati Sorong
banner 120x600
banner 468x60
Pj. Gubernur PBD didampingi Pj. Bupati Sorong

Lensapapua – Kerukunan antar umat beragama merupakan kondisi sosial, ketika semua golongan agama bisa hidup bersama. Tanpa mengurangi hak dasar masing-masing untuk melaksanakan kewajiban agamanya.

 

banner 325x300

Artinya, dari masing-masing pemeluk agama yang baik harus hidup rukun dan damai.

 

Demikian sambutan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Dr. Muhammad Musa’ad, saat bertindak sebagai inspektur upacara pada Hari Bhakti Kementerian Agama RI ke-77, yang dipusatkan di Alun-alun Aimas, Selasa (3/1/2023).

Suatu daerah itu bisa survive dan bahkan pula  bisa bangkit apabila jumlah kekuatan saling berdampingan.

Selain itu, kata Musa’ad, untuk menjaga daerah ini agar tetap aman, damai, tentram dan nyaman itu semua menjadi tugas kita bersama.

 

Kita bersama- sama melakukan upaya untuk menciptakan suasana yang damai. Tentu dengan  melihat potensi di Sorong, khususnya wilayah Papua Barat Daya ini eksistingnya daripada provinsi yang baru dimekarkan di Papua Barat.

 

“Makanya, mari kita gunakan momentum ini untuk tidak berkerja biasa- biasa saja. Kita harus menciptakan inovasi, kreatifitas, jangan sampai di terbelenggu dengan cara- cara lama,”pintanya.

Apalagi, kata dia, Papua Barat Daya ini posisinya sangat strategis,  baik dari aspek geopolitik, maupun geostrategis menjadi salah satu wilayah penting di Indonesia.

 

Sehingga,  dapat terwujud bangsa Indonesia,  yang bersatu dan utuh dalam mencapai tujuan nasional.

Provinsi sudah datang. Mari kita nikmati dan bekerja sama meletakkan fondasi yang kuat untuk provinsi yang baru ini. Tugas kita sekarang ini mengisi dan menjawab tantangan Papua untuk memberikan manfaat yang besar bagi rakyatnya.

“Jangan sampai ada provinsi tidak ada perubahan. Kita di provinsi ke-38 ini dibangun tiga pilar kekuatan. Yakni  pilar  pertama  adat, agama dan  pilar yang ketiga pemerintah,”tambahnya.

 

Ketiga pilar  ini harus menyatu dan menjadi kekuatan. Mari kita bersatu dan bergandengan tangan bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat.

 

Kita juga harus terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai agar perjalanan dan tahapan Pemilu  2024 dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya, terang Musa’ad di penghujung sambutannya. (rim/red)

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.