Kurikulum Harus Sesuaikan Dengan Kebutuhan Hidup

_MG_0236

Lensapapua – Kakanwil Kementerian Agama Papua Barat Drs. Urbanus Rahangmetan, M.Ph, mengatakan, dalam penerapan kurikulum seyogianya harus disesuaikan dengan kebutuhan hidup. Sehingga bagaimana kita bisa mengarahkan lewat kurikulum ini masyarakat akan melangkah, katanya, di Aimas, Selasa (1/9).

Ada satu hal menarik ketika seorang guru mengajar di daerah pedalaman di Kabupaten Pegunungan Tengah, sempat menanyak sang muridnya, Yakobus kalau selesai sekolah mau jadi apa. Dengan sertamerta tanpa berpikir lagi Yakobus kembali menjawab, Pak guru saya punya cita-cita mau jadi majelis atau sebagai pekerja di gereja.

Berikutnya, sang guru kembali bertanya ke murid yang lain, ada yang menjawab mau jadi guru, dokter, polisi, tentara, dan lain sebagainya. Tapi hanya Yakobus saja yang punya cita-cita mau jadi majelis. Jadi kalau ada kegiatan agama di rumah, yang pertama dipersilahkan makan duluan biasanya majelis dan pendeta, kata sang anak tersebut.

Ini merupakan pemikiran anak yang sangat sederhana saja. Maka tugas dan tanggungjawab kita sebagai seorang guru untuk bagaimana memotivasi agar anak didik tidak berpikir seperti yang terjadi melalui kejadian nyata tadi.

Sehubungan dengan kisah nyata tersebut, maka tugas kita sebagai tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan untuk memberikan motivasi atau hal yang baik kepada peserta didik untuk dia bisa berpikir ke depan bagaimana arah jalan hidupnya, tandas Urbanus.

Bahkan sekarang ada visi agar bagaimana kita bisa maju. Kita akan kembali bersaing dengan negara-negara yang sebelumnya datang menimba ilmu di Indonesia, tetapi sekarang sudah kita lewati.

Jadi ini menjadi tugas berat kita sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan bagimana tugas kita untuk mengisi kemerdekaan, yang sudah 70 tahun kita menikmatinya. Tugas dari para leluhur (pencetus kemerdekaan) sudah selesai perjuangan mereka, dan bagaimana tugas kita untuk melanjutkannya saja melalui perjuangan para pendahulu kita, tambahnya. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.