Kumandang Adzan & Keramahtamaan Masyarakat Taroi Sungguh Luar Biasa

Masyarakat Kampung Taroi Bintuni.

Lensapapua Bintuni – Tim ekspedisi di sambut dengan baik oleh warga Taroi, Distrik Tomu Kabupaten Teluk Bintuni, kamis (18/2). dalam kunjungannya di kampung  Taroi kali ini Tim yang di ketuai Kapten Maman.S melibatkan beberapa tim dari delapan tim yang ada antara lain tim sosial dan budaya, tim geologi dan pemetaan bencana, dan flora fauna.

Dalam kesenjangan dan keseriusan tim pencacah lapangan dan menghimpun data dalam menggali rangkaian informasi kajian Ekspedisi sub korwil 5 bintuni, sungguh indah dan merdu keramahtamahan Taroi saat tim mendengarkan kumandang adzan yang di dendangkan oleh imam mezjid Babuljhana yang kesehariannya sebagai aparatur kampung Taroi Seleman.Solowat. di usianya yang tak lagi muda dan dalam pengabdiannya kepada masyarakat tetap ingin menjaga kearifan lokal budaya agama yang telah turun temurun di daerah Toroi Distrik Tomu khususnya.

” Sungguh merdu lafalan dan dentungan nada suaranya. seakan mengajak semua untuk ingat beribadah. sungguh asyik karena di tengah sudut perkampungan seperti ini nuansanya sangat menggetarkan,” ujar salah satu tim ekspedisi dan sekaligus melakukan sholat berjamaah.

Setelah di telusuri mesjid Babuljhana merupakan mesjid ke tiga yang di bangun swadaya masyarakat dan bantuan perusahaan sekitar kampung salah satunya BP Indonesia sekitar tahun 2008 lalu, menggantikan kedua gedung sebelumnya yang salah satunya” berusia sekitar ratusan tahun.

” Disini ada tiga mesjid, namun dua di antaranya sudah tidak di gunakan lagi. namun peninggalan mesjidnya tetap di jaga dan di pelihara sebagai budaya kearifan lokal,”ujar salah satu tokoh adat Amien.Rais.Bauw, kepada Tim yang saat itu menanyakan.

lanjutnya menerangkan, di wilayah Taroi sendiri sangat menjunjung tinggi nilai keagamaan, adat, dan pemerintahan sesuai dengan dasar tata etnis yang terjaga selama ini. hal ini perlu untuk tetap di jaga agar ada cerita dan budaya yang di tinggalkan kepada anak cucu.

Iapun meminta agar melalui kunjungan tim ekspedisi yang datang dan lakukan pengelolaan data dapat menjadi bermanfaat bagi masyarakat luar ketika melihat hasil kajian untuk melestarikan budaya lokal.

” Melalui kunjungan dan perhatian yang di berikan kedepan bisa benar bermanfaat dan bisa menjadi pengembangan daerah nantinya. kami masyarakat pada intinya menerima baik kedatangan tim, jika sepenuhnya untuk perubahan kesejahteraan rakyat,”harapnya.(ian/RED)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.