Indikator Keberhasilan Daerah Kabupaten Sorong Diukur Dari Keamanannya Yang Tidak Menonjolkan Agama

Ustadz H.Anderson Miyage, S.Pd. Ketua FKUB & ketua MUI Kabupaten Sorong

Lensapapua– Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sorong, Ustadz H.Anderson Miyage. Dalam paparannya dihadapan rombongan Gubernur DIY dalam kunjungannya di Kabupaten Sorong Menjelaskan bahwa Indikator keberhasilan satu daerah diukur dari aman tidaknya satu daerah tersebut. Katanya. Kamis 28/8.

Hal tersebut sudah diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia melalui pemberitaan di Media bahwa di Papua itu sering Kisruh atau ribut seperti perang antar suku,perang antar saudara dan lain sebagainya. Dan itu terjadi di wilayah Papua Jayapura.Kalau kami disini adalah wilayah Papua Barat walaupun budayanya tetap sama, Tapi jelas berbeda dari sisi keamanannya. Tegasnya.

Perlu untuk kita ketahui bahwa kami sangat bersyukur sekali bahwasannya Kabupaten Sorong ini adalah Miniaturnya Indonesia.Artinya bahwa penduduk yang ada disini berasal dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke dan berbagai macam suku yang ada di Indonesia.Hampir sama dengan didaerah Yogyakarta,Hanya bedanya di Yogyakarta semuanya orang-orang terpelajar,Kalau penduduk disini dari sisi Pendidikannya campuran.Sehingga masyarakat dijogya lebih mudah untuk diarahkan. Bebernya.Sambil mengundang gelak tawa dari para hadirin yang ada.

Disini lah pentingnya sinergi antara Ulama dengan Umaroh,Umaroh disini bisa seorang Pendeta,Bisa Ustadz,Bisa Pastor. Kerjasama seperti inilah yang kita bangun di Kabupaten Sorong ini.Dan Alhamdulilah Bupati dan wakil Bupati Sorong bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sangat perduli sekali dengan soal keamanan lingkungan.Dan ketika berbicara tentang kerukunan umat Beragama ini sangat luar biasa.Semua ini tercipta atas kerjasama yang baik dari semua pihak. Tegasnya.

Bahkan Bupati Sorong sudah mendapat penghargaan dari MUI pusat terkait dengan strategi Bupati Sorong yang bisa merangkul semua Umat, Baik itu Umat Islam,Kristen,Katolik,Buddha bahkan yang tidak memiliki Agama sekalipun tetap dirangkul. Seperti Motto Kabupaten Sorong “Siapapun yang sudah tinggal di Kabupaten Sorong maka dia pun turut memiliki daerah Kabupaten Sorong”. Terangnya.

Maka disini perlu saya tegaskan bahwa di Kabupaten Sorong tidak ditonjolkan tentang perbedaan Agama.Karena Agama adalah urusan pribadi dari masing-masing manusia dengan Tuhannya. Tetapi menyangkut urusan pembangunan didaerah ini, kita harus bergandengan tangan dan Insya Allah akan aman. Tegas Miyage. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.