Budaya Nasional Multi Etnis Perlu Dikembangkan

Bupati Sorong

Lensapapua – Budaya Nasional yang multi etnis harus dikembangkan, salah satunya melui kegiatan rapat kerja Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang akan digelar besok, dihadiri Mendagri, Gubernur Papua Barat, ujar Bupati Sorong Dr. Stepanus Malak, M.Si di Aimas, Senin (16/3).

Menurutnya, sebagai negara berbudaya yang multi etnis, dan apalagi di Papua lebih kurang 250 suku, yang tentunya keanekaragaman juga ada  di situ, baik dilihat dari sisi budayanya, kepemilikan adat, kehidupan adat, dan potensi adatnya. Dan itu memunculkan menjadi kekayaan Indonesia, ujar Malak.

Jadi keanekaragaman ini yang hidup dan menjadi bagian hidup dalam masyarakat. Seperti tari kuda lumping dari Jawa, tari Tortor dari Sumatera Utara, tari Yospan dari Papua, dan lain sebagainya merupakan kekayaan budaya nusantara. Itu semua perlu dilestarikan.

Dengan adanya berbagai kekayaan budaya itu kalau diberdayakan secara proporsional maka akan menjadi suatu asset yang positif. Bisa saja menjadi komuditi pariwisata.

“Kita ketahui bersama, bahwa jual budaya itu tidak semata-mata seni, tapi bisa menjadi nilai ekonomis, dan berimbas bagi masyarakat seni itu sendiri,” bebernya.

Kalau ada pengakuan masyarakat Indonesia secara umum, dan kita tidak melihat budaya itu hanya sebatas kelompok tertentu saja. Mengenai perkembangan budaya semuanya baik, namun juga terkadang ada yang belum terakses atau dipublikasikan secara luas.

Misalnya saja, kabupaten raja Ampat terkenal dengan wisata baharinya. Artinya, wisatawan yang ke sana tentu habis menyelam akan mencari juga suasana yang lain sebagai hiburannya. Tapi jangan para tamu itu datang menyelam untuk melihat kekayaan biota lautnya saja, dan setelah itu dia bermalam.

Hal ini kurang berkesan bagi pengunjungnya. Namun kalau mereka habis menyelam pada siang harinya, dan mereka bermalam untuk menonton budaya setempat, maka ketika mereka pulang ada kepuasannya tersendiri, jelas Bupati Sorong.

Mestinya ada paket-paket budaya yang dijual, sehingga ada keterkaitan antara satu dengan yang lainnya, dan ada azas manfaat yang didapat.

Ada kontribusi nyata yang bisa menguntungkan masyarakat dalam hidupnya. Baru itu namanya kontribusi pembangunan di bidang kepariwisataan. “Kita harus mengembangkan suatu budaya yang belum memiliki potensi perlu diangkat dan harus dikembangkan dengan baik,” katanya. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.