Kafilah Kabupaten Sorong Turunkan 9 Peserta STQH ke-VIII Papua Barat

Suroso. Staf ahli Bupati Sorong

Lensapapua – Ketua Kontingen Kafilah Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ)  Kabupaten  Sorong Suroso mengatakan, jumlah kontingen daerah ini, yang akan mengikuti STQ ke- XXVI Papua Barat, yang akan berlangsung di Manokwari, 7 hingga 10 April mendatang menurunkan peserta sebanyak sembilan  orang.

 

Lalu ditambah 10 orang merupakan  pengurus, pelatih, official. Totalnya berjumlah 19 orang, jelas Suroso, saat acara pelepasan oleh Bupati Sorong, melalui Wakil Bupati Suka Harjono, yang berlangsung di pendopo rumah jabatan bupati, Senin (5/4-2021).

Sembilan peserta itu mengikuti beberapa cabang yaitu cabang tilawah anak putra/putri, tilawah dewasa putra/putri.  Ada pula hifzil  qur’an satu juz dan tilawah putra/putri, hifzil qur’an lima juz dan 10 juz.

 

Mereka  yang mengikuti  STQ ini  merupakan peserta berprestasi di tahun kemarin.

 

Namun demikian, tidak mengikuti cabang yang sama, tapi naik kelas, ujar Suroso.

 

Saya mengambil contoh, seperti saudari Nuril Fitriani pada saat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) kemarin, dia juara satu tingkat Papua Barat, yaitu  hifzil lima juz. Sekarang dia berlomba di hifzil 10 juz.

Begitu juga Zulham Azaidi kemarin juara satu di  tartil, sekarang dia ikut di hifzil satu juz. Jadi, ada empat yang akan diperlombakan, tilawah, hifzil,  tartil, dan eksibisi.

 

“Peserta dari Kabupaten Sorong hanya tidak mengikutsertakan tafsir qur’an saja,”ungkap Suroso.

 

Lain hal kalau MTQ kan banyak cabangnya. Kalau STQ hanya tiga cabang saja yang diperlombakan.

 

Insya Allah, kontingen Kabupaten Sorong akan berangkat ke Manokwari dengan menggunakan pesawat Batik Air. Sebelum berangkat dari koningen ini akan mengikuti rapid test dulu.

 

Mereka sebagai peserta setelah direkrut kami tidak melakukan TC (training center)atau pemusat latihan. Namun,  kami mempersilakan kepada masing-masing pelatih untuk berlatih di tempatnya masing-masing, dan secara periodic mereka melaporkan ke kami di LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an).

 

Kami dari LPTQ Kabupaten Sorong hanya memantau, tapi tidak berarti melepas begitu saja para pesertanya. Dikuatirkan degan adanya pandemi seperti ini bisa berpotensi, aku Suroso, yang kesehariannya menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan. (rim/red)

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.