Yayasan Runsram Lakukan Pemetaan Dengan WTA Di WKM Sup Mnuk Wouna

Lensapapua, Pada tanggal 28 Januari 2019 Sampai dengan 01 Feburuari 2019 telah dilaksanakan Kegiatan “Pemetaan dengan Wahana Tanpa AWAK (WTA) di Wilayah Kelola Masyarakat (WKM) Sup Mnuk Wouna” Distrik Andey Kabupten Biak Numfor.

Kegiatan ini diadakan oleh Yayasan Rumsram Biak. Hadir sebagai Supervisi Aris Sugiri dan Lampor Gamin dari Forets Wacth Indonesia (FWI) dari Bogor serta Yayasan Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (KIPRA) dari Kota Jayapura mendatangkan 3 orang staf yang telah dilatih khusus beberapa bulan lalu oleh FWI untuk menerbangkan WTA yaitu Pilot Samuel Kayoi, Ground Check Sistem (GCS) Zakeus Marey, dan Mekanik Muhamad Amidhan. Yoseph Wamaer dan Viktor Korwa dari Yayasan Rumsram sebagai Fasilitator yang menemani selama Tim WTA di Biak .

Kegiatan ini adalah lanjutan agenda Pemetaan di WKM Sup Mnuk Wouna untuk melengkapi keperluan mitra SETAPAK (Yayasan Rumram) yaitu data Citra Satelit Terbaru Sup Mnuk Wouna yang didanai oleh The Asia Foundation Melalui Program “Selamatkan Hutan dan Lahan melalui perbaikan tata Kelola” (SETAPAK).

Sup Mnuk Wouna terdiri dari 3 Kampung Pemerintahan Yaitu Wouna, Sup Mbur dan Mambeori.

Secara Peta Indikatif telah diketahui Sup Mnuk Wouna luasnya sekitar 5000an hektar. “WTA dapat memoret dengan sekali terbang dalam waktu satu jam sekitar 600-800 Hektar ” Kata Aris dan Lampor Ketika memberikan Keterangan.

Selain Mengunakana WTA model Pesawat Tim Juga mengunakan Wahana Quadcopter merek DJI Phantom 4 Pro untuk memotret detail pemukiman kampung.

Para Kepala kampung dan Mananwir Mnu (Pemimpin Kampung) serta Marga (Pemimpin Marga)serta warga sangat antusias menemani Tim Selama Kegiatan berlangsung.

Sesuai jadwal Kegiatan ini terlaksana sebenarnya hanya 3 hari untuk menerbangkan WTA namun karena kendala cuaca hujan selama dua hari kegiatan di Wouna maka melalui komunikasi dengan Program Officer (PO) SETAPAK Papua, Daniel Kbarek kegiatan ini ditambah lagi maksimal 1 hari. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.