Wartawan Biak Ikuti Pelatihan Jurnalistik Berbasis Perspektif Gender

Lensapapua, Biak – Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia bekerjasama dengan Dosen LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat melaksanakan Journalism Training Based ON Gender Perspective, bertempat di Hotel Asanah Biak.

Kegitan ini dilaksanakan selama dua hari sejak 9 – 10 Maret 2020, melibatkan Seluruh Wartawan Media Cetak, Elektronik dan Media Online yang ada di Biak, Akademisi serta perwakilan Mahasiswa Jurusan Komunikasi IISIP Yapis Biak.

Project Leader Dr. Nharia, S.sos.,M.Si Mengatakan bahwa kegiatan ini tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada para Jurnalis atau wartawan terkait Perspektif Gender didalam penulisan atau membuat suatu berita.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin jurnalis juga punya sensitivitas gender terhadap isu yang ada di sekitar kita, karena sebenarnya isu gender itu banyak di sekitar kita, tetapi dari jurnalis belum peka atau belum paham bagaimana gender itu di konstruksi secara sosial sehingga dari kegiatan ini jurnalis bisa paham betul apa bedanya gender dengan kodrat kita sebagai manusia,” jelas Alumni Study Of United State Institud On Media and Jurnalism Program di Ohayo ini.

Ia berharap dengan kegiatan ini para Junalis mendapatkan bekal tentang bagaimana memetakan isu isu yang ada sehingga betul betul mengetahui isu isu gender yang bisa di angkat menjadi suatu berita.

Sementara itu Penggiat Gender dan Media Dr. Eni Maryani, M. Si., Sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan sebelumnya kegiatan yang sama telah diadakan di Jayapura pada 2018 dan di Timika pada 2019 kemudian di tahun 2020 diadakan di dua kota yaitu di Marauke dan Biak.

“Kami berharap melalui pelatihan ini teman – teman jurnalis juga bisa memahami perspektif gender saat menulis berita,” katanya.

Dikatakan, melalui pelatihan ini ia bisa  mengenalkan apa yang dimaksud dengan konstruksi sosial tentang lakilaki dan perempuan, bagaimana melalui tulisan tulisan jurnalis atau juga berita, baik di media elektronik, Online maupun cetak bisa membuat berita yang memiliki sensitivitas gender.

“Jadi bagaimana kita memberikan dukungan terhadap keberhasilan dan kehadiran perempuan dan juga menempatkan perempuan setara dengan kaum laki laki kemudian ini bisa disebarluaskan oleh media sehingga bisa memberikan inspirasi untuk semua orang,” ujarnya.

Menurutnya, Pelatihan ini sangat penting agar para jurnalis memahami terkait gender ini, “Melalui pelatihan ini saya berharap selain Representasi perempuan itu meningkat tetapi juga tidak bias gender, jadi mengangkat perempuan dalam konteks keberdayaannya Juga menempatkan lakilaki sebagai sebagai rekan atau kolega yang saling mendukung dengan kaum perempuan,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lensapapua.com

FREE
VIEW