Tupai Premanisme Di Tangkap, Kasat Reskrim Imbau Masyarakat Jangan Takut

MANOKWARI, Lensapapua – Selincah – lincahnya tupai melompat pasti terjatuh juga. hal inilah yang melekat pada si tupai premanisme AR (23th) ‘most wanted’, yakni orang yang paling diincar pihak kepolisian karena cukup meresahkan warga sekitar Pasar tingkat, sanggeng dan SPBU Manokwari karena ulahnya. Demikian diungkapkan Kapolres Manokwari AKBP.CH.Rony Putra.S.IK melalui Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP.Aries.Diego.Kakori.

Dia adalah AR alias AN (23th), pria yang terkenal berlaku premanisme saat melakukan aksinya terhadap sejumlah warga khususnya para pedagang kaki lima ini akhirnya diringkus tim buser reskrim Polres Manokwari pada Jumat malam (14/4) lalu, bersama 2 terduga TSK lainnya yang diklaim pihak kepolisian merupakan otak serta terlibat langsung dengan beberapa kasus Curas, Pengrusakan, dan Pengroyokan, pada sejumlah titik di seputaran sanggeng manokwari.

” AR  merupakan TSK pelaku yang paling dicari, atas sejumlah kasus yang telah dilaporkan dan dituduhkan kepadanya. Karena cukup meresahkan warga,”Ujar Kasat Reskrim AKP. Aries Diego Kakori.S.IK diruang kerjanya.

Dimana karena ulahnya Kakori menghimbau masyarakat yang menjadi korban atas ulah si Tupai Premanisme Sanggeng ‘AR'(23th) ini, agar jangan takut untuk melaporkan dugaan kejadian yang telah di lakukan oleh si ‘AR’.

“Kepada masyarakat yang sudah melapor, saya himbau agar tidak mencabut laporan polisi (LP) yang telah dibuatnya karena diintimidasi. Baik di Polsek atau Polres. Baik itu atas dugaan pengroyokan, dan Pencurian dengan ancaman,”Tegas Kakori

Lanjut dia, sikap – sikap premanisme inilah yang tidak boleh dibiarkan. Sebab jika dibiarkan pelaku akan terus melancarkan aksi kejahatan yang sama dan berulang, atas kebiasan pembiarannya.

” minimal kalau ditahan sekitar empat tahun, maka sekitar jenjang waktu itulah kita dapat meminimalisir tindakan serupa terulang kembali,”Jelas Kakori

Seraya menambahkan, dengan efek jera yang diberikan melalui proses hukum diharapkan dapat menjadi acuan pencegahan meningkatnya kriminalitas yang terjadi di tengah masyarakat. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.