Tolak Paham Radikal, Kapolda Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

MANOKWARI, Lensapapua — Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs.Martuani Sormin, M. Si  menghimbau masyarakat di Manokwari agar menolak keras aksi anarkis dan radikalisme. Pernyataan ini di sampaikan Kapolda saat menghadiri rangkaian agenda peringati 54 Tahun kembalinya Papua ke NKRI, bertempat di Jl.Percetakan Blaggor sanggeng Sabtu (6/5) pukul 10.30 wit.

Kegiatan yang dihadiri perwakan jajaran Pemerintah Daerah, Tokoh Agama, Mahasiswa dan Organisasi Kemasyarakatan dan masyarakat manokwari sanggeng ini khususnya,  dengn tujuan sebagai forum peningkatan persamaan persepsi menolak paham radikal dan paham berbahaya lainnya.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs.Martuani Sormin, M. Si   menekankan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Karena di lini kehidupan saat ini sedang terjadi peningkatan eskalasi gangguan dengan cara inkonstitusional.

“cara tersebut di indikasikan untuk merubah Ideologi Pancasila dan warisan leluhur bangsa Indonesia,” tegas Kapolda.

Isu Pilkada Serentak PSU Maibrat, isu paham radikalisme Pemberontakan oleh sekelompok orang mengatasnamakan Papua Merdeka yang sementara dihembus juga menjadi sorotan Kapolda Papua Barat pada forum ini, menurutnya ada kelompok-kelompok tertentu yang menghalalkan cara terlarang untuk mendapatkan keuntungan.

“melawan itu semua, hanya dengan sinergitas lintas sektoral melalui hal-hal positif lah kita dapat mencegahnya, Negara Republik Indonesia harus tetap utuh dan situasi kondisi yang kondusif harus tetap tercipta,” kata Kapolda.

Masyarakat harus mendapatkan pengetahuan bagaimana cara mengetahui paham seperti apa yang termasuk paham radikalisme dan juga diberikan pembekalan tentang bagaimana cara menghadapi kelompok radikalisme dan anti pancasila yang masuk ke lingkungan masyarakat. Hal ini dengan tujuan agar masyarakat dapat mengetahui tentang apa saja mengenai paham radikalisme dan anti pancasila. Sehingga mereka mampu mencegah agar paham tersebut tidak menyebar secara luas.

Jendral bintang satu ini juga mengatakan, bahwa jika masyarakat menemukan adanya kelompok radikal dan anti Pancasila berada diwilayahnya, diharapkan segera menghubungi polisi. Beritahukan kepada pihak keamanan terkait agar segera ditangani.

Masyarakat dari berbagai komponen lapisan di Provinsi Papua Barat juga diharapkan dapat menyadari fakta di beberapa tempat terjadi bentuk intoleransi,  radikalisme,  separatis, dan pelaksanaan kehendak yang inkonstitusional dari sebagian kelompok masyarakat.

Oleh karena itu, masyarakat Papua Barat  bersama bergandeng tangan dapat berjanji untuk memegang teguh 4 pilar kebangsaan yaitu menjaga persaudaraan dan keutuhan NKRI,  memegang teguh ideologi pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Masyarakat juga ingin menghormati dan menghargai perbedaan suku,  agama, ras serta golongan dan menegakkan prinsip toleransi,  saling menghormati dan saling menghargai dalam bingkai NKRI.

Dalam kesempatan ini Kapolda berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga persatuan kesatuan dalam hidup benegara,  dan saling menghargai walaupun terdapat perbedaan.

“Penegasan saya, perbedaan membuat kita hidup bersama-sama, mari bersama menjaga persatuan dan kesatuan di tanah Papua tercinta ini” ucap Kapolda. (ian)

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.