Tanpa Kawalan Aparat, HUT NFR-PB Berlangsung Khidmat.

MANOKWARI, — Kelompok Masyarakat mengatasnamakan Negara Bagian Doberay, menggelar rayakan HUT ke – 6, Negara Federal Republik Papua Barat (NFR – PB), bertempat di  kompleks Fanindi Pantai, Kota Manokwari atau dalam bahasa melanesia disebut Taboria 19 oktober 2017.

Sesuai pantuan lapangan Kamis (19/10) kegiatan syukuran dalam bentuk ibadah bersama mengenang kembali deklarasi Negara Federal Republik Papua Baray (NFR-PB) enam tahun lalu sejak dideklarasikan pertama kali 19 oktober 2011 dilapangan Zakeus padang bulan-jayapura,  Tanah Tabi, Papua Barat, berlangsung aman tertib dan singkat, tanpa adanya pengawalan pihak aparat atau keamanan setempat.

Gubernur Jendral Papua Barat Markus Yennu, ketika dikonfirmasi usai kegiatan ibadah syukuran tersebut berlangsung menuturkan, kegiatan yang di lakukan masyarakat melanesia atau Papua untuk bersyukur atas apa yang menjadi Hak mereka menentukan nasib sendiri di atas negeri Papua Barat. Dimana hal ini sebagai simbol memperingati lahirnya NRFR-PB yang lahir pada kongres rakyat Papua III (KRP), dibacakan oleh sang deklarator Tuan Forkorus Yaboisembut selaku Presiden NFR-PB. Selain itu, deklarasi NFR-PB juga disebut deklarasi pemulihan karena memulihkan negara Papua Barat yang telah lahir melalui Manifesto politik tanggal 1 Desember 1961 melalui kongres Pertama yang telah membentuk Parlemen Papua Barat (New Guinea Raad) yang telah melahirkan nama kebangsaan Papua Barat,  dengan lagu kebangsaan Hai Tanah Papua.

” Kita mengucap syukur atas hari momen ini, yang mencerminkan solidnya masyarakat melanesia memperinhati HUT ke -6 NFR-PB lahir. Dimana deklarasi negara ini Kita telah dapat dukungan dari kelompok internasional. Dan juga 19 negara di dunia. Namun baru 7 negara yang telah mendeklarasikan langsung hal ini ke PBB, dan pertemuan kongres pertemuan di Amerika,”Ucap Yennu.

Yennu juga mengungkapkan, aspirasi masyarakat dan pembentukan NFR-PB telah mencapai 98% masa persiapan pengukuhan, sejak adanya perkembangan terakhir dan pembentukan kabinet pemerintahan negara yang telah tersusun.

” Dua persen lagi agenda papua selesai. Dimana dua persen ini didalamnya adalah hari penentuan oleh negara indonesia atas pengakuan terhadap negara indonesia,”Cetus Yennu.

Yennu juga mengklaim dukungan kepada NFR-PB telah berjalan maksimal. Beberapa diantarnya adalah empat negara yang berada dalam tanah Afrika. Selain itu, inti dari sejak kongres pertama hingga ketiga digelar ini adalah, bagaimana masyarkat melanesia harus mendapatkan pengakuan demi pengakuan atas keberadaannya di atas tanah papua, khususny di wilayah III Doberai.

” Inti dari kongres ini dimana adanya pengakuan. Pengakuan baik dari orang papua, Internasional, dan negara Indonesia sendiri sebagai orang tua, dari negeri Papua,”Tandasnya.

Terkait hal ini saat dikonfirmasi baik ke jajaran Polres Manokwari maupun Ke Polda Papua Barat melalui pesan Whatsapp,  hinggga berita ini ditulis Kamis (19/10) Malam belum ada jawaban respon menyikapi hal kegiatan HUT ke – 6 NFR-PB, dimanokwari,  yang dinilai lolos pengamatan Aparat. (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.