Smart Lamp Venus Siap Terangi Papua Barat

Lensapapua, Distributor Venus Papua Barat meluncurkan produk baru berupa lampu pintar

bertenaga surya, khususnya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Dengan produk baru ini Venus diharapkan dapat mendukung program Papua Barat Terang 2018.

Distributor Venus, Akbar Tegar, kepada Lensapapua.com mengatakan kelebihan PJU ini antara lain proses pengerjaannya sudah menggunakan setelan komputer sehingga dapat menyesuaikan dengan berbagai kondisi.

“Jadi cukuplah disebut sebagai ‘smart lamp’ tenaga surya“, kata Akbar. Untuk menyesuaikan diri dengan kondisi alam, pada PJU ini dibenamkan beberapa perangkat tambahan seperti, rotator sebagai penggerak panel surya yang dapat mengikuti pergerakan matahari sehingga penyerapan cahaya matahari dapat dilakukan lebih optimal.

Sensor cuaca dan waktu.

Sensor ini mengatur lampu dapat menyala pada pukul 18.00 waktu setempat dan padam pada pukul 06.00 secara otomatis. Sehingga pengguna tidak perlu direpotkan dengan saklar. Selain itu, sensor cuaca juga dapat mendeteksi kondisi gelap dan terang sekaligus menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis.

“Kami sudah meninggalkan baterai konvensional dan beralih ke bahan ramah lingkungan namun tetap menjaga kapasitasnya. Hemat ruang jadi lebih efisien”, ungkap Tegar.

Disokong empat buah baterai Lithium, PJU ini dipastikan dapat menampung energi lebih besar dibandingkan baterai biasa. Hal itu berlaku juga untuk suplai listrik ke lampu yang dipercayakan menggunakan jenis light emitted diode (LED) berkekuatan 150 watt.

Meski tak disebutkan dengan pasti kapasitas baterai PJU tersebut, namun Venus mengklaim baterainya mampu mengalirkan listrik hingga 3×24 jam non-stop dan menerangi sekira 400 meter persegi (fokus lampu sebagai titik pusat).

Tak hanya sampai di situ, kelebihan PJU ini juga ditopang dengan built in tiang dengan sepuhan cat monokrom.

“Jadi berbeda dengan tiang yang digunakan PJU pada umumnya yang pengecatannya dilakukan secara manual. Venus menjamin kualitas tiang dilapisi cat metode celup sehingga terlapisi luar dalam untuk mencegah korosi dan memperpanjang umur tiang itu sendiri”, beber Tegar.

Salah satu PJU Venus yang berdiri seputaran Alun-alun Kota Baru Aimas. Dok/red
Salah satu PJU Venus yang berdiri di seputaran Alun-alun Kota Baru Aimas. Dok/red

Meski terlihat lebih ramping dari tiang biasanya, tapi pihak Venus mengklaim tiang dengan tinggi 7 meter itu mampu menahan hantaman gempa hingga kekuatan 7 skala richter.

Kemampuan itu tentunya karena ditopang dengan sistem grounding khusus untuk menahan guncangan gempa.

Secara keseluruhan PJU Venus merupakan gabungan teknologi tiga negara yakni, Jepang, Jerman dan Cina telah melalui quality control yang semuanya dikerjakan oleh sistem komputerisasi.

Tak hanya untuk kebutuhan penerangan jalan umum, smart lamp keluaran terbaru Venus ini juga dapat diaplikasikan pada kebutuhan rumah tangga dan perusahaan skala kecil hingga besar. red

Berita terkait

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.