SKB Biak Numfor : “Ecoprint Bisa Menjadi Income Bagi Masyarakat”.

Lensapapua, Biak – Satuan Pendidikan Non Formal – Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Biak Numfor melaksanakan Pembukaan program unggulan “Ecoprint” tahun 2019, yang didahului dengan diskusi terpumpun untuk membicarakan perogram-program unggulan/program usulan yang akan dilaksanakan oleh SKB, di Aula SKB Biak, Selasa (26/11/2019).

Diskusi ini melibatkatkan Dinas terkait yakni, Dinas pemberdayaan perempuan, Bappeda, Dinas pendidikan dan Dinas koperasi untuk memberikan masukan, saran dan ide sesuai dengan fungsi dari masing-masing dinas guna pemberdayaan SKB dengan berbagai program unggulan ke depan.

Plt Kepala SPNF-SKB Biak numfor Margaretha Singgamui , S.Pd berharap dengan adanya diskusi terpumpun ini, berbagai dinas terkait bisa memberikan saran dan masukan bagi kelompok-kelompok kerja yang ada, seperti cara pemasaran atau bisa memberikan masukan untuk program program unggulan yang bisa menjadi program unggulan bagi daerah.

Sementara itu untuk pembukaan program unggulan ecoprint, dikatakan akan berlanjut ke program membatik khususnya batik Biak yang akan dilakukan dengan dua teknik yakni teknik ketok dan teknik stim (mengukus kain).

Margaretha menjelaskan bahwa ecoprint adalah teknik membatik yang paling sederhana dengan cara memindahkan motif daun ke kain dengan proses pewarnaan alami, tidak melibatkan bahan kimia dan tidak menggunakan mesin dan benar benar murni dari alam.

“Ecoprint ini kita belajar dengan dua teknik suatu teknik mengetok daun, kemudian satunya teknik stim, jadi itu mengukus kain kemudian daun dicetak sesuai dengan motif apa yang kita mau, kemudian dikukus,” Jelasnya.

Keunikan dari ecoprint ini adalah motif yang satu dengan yang lain berbeda tidak ada yang sama dan ecoprint ini murni dari alam yang merupakan kebanggaan masyarakat karena menggunakan apa yang ada dari potensi alam di Biak numfor.

“Masyarakat sangat tertarik, karena ini hal yang baru bagi mereka, mereka tidak menggunakan banyak uang untuk membuat sesuatu yang menarik dan kalau terus dikembangkan, ini menjadi satu income untuk keluarga karena nilai jual ecoprint ini sangat tinggi,” Ungkap Margaretha.

Hasil pembuatan ecoprint jika dijual untuk 2-3 meter saja harganya bisa mencapai Rp 350.000 – 500.000, tergantung jenis kain apabila menggunakan kain sutra maka harganya akan lebih mahal.

“Jika ada ibu-ibu yang ingin ikut belajar juga silahkan mengakses informasi ke SKB, saya juga selalu memberikan informasi bagi kepala kepala kampung di Biak numfor kalau ada ibu ibu yang ingin belajar ecoprint maka kami akan turun ke kampung untuk melatih mereka, dan ini gratissss,” Pungkas Margaretha.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.